"Itu yang tadi business opportunity-nya," ujarnya ringkas.
Gelak Tawa di Ruang Sidang
Alasan "peluang bisnis" itu rupanya belum memuaskan. Hakim lantas mendesak Djunaidi untuk memperkirakan nilai keuntungan yang dia harapkan. Di sinilah gelak tawa itu kembali muncul. Djunaidi lagi-lagi tertawa saat ditanya apakah perkiraan keuntungannya itu bakal lebih besar dari harga mobil Rubicon yang sudah dia kucurkan untuk Dicky.
Sidang pun berlanjut dengan suasana yang cukup mencengangkan. Di satu sisi ada tawa, di sisi lain ada tanda tanya besar. Bagaimana mungkin seseorang rela mengeluarkan miliaran rupiah tanpa jaminan balik modal? Persidangan kasus ini jelas masih panjang dan penuh kejutan.
Artikel Terkait
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah
NTT Data Luncurkan Pabrik AI Berbasis NVIDIA untuk Percepat Adopsi Perusahaan