Minggu siang itu, cuaca di Bireuen masih terasa berat. Di tengah suasana posko pengungsian di Kecamatan Juli, tiba-tiba ada keriuhan. Presiden Prabowo Subianto datang. Kedatangannya, sekitar pukul 12.20 WIB, langsung menyedot perhatian warga yang sedang berusaha bertahan usai diterjang banjir dan tanah longsor.
Tanpa banyak protokol, Prabowo langsung menyapa dan mendekati para pengungsi. Ia tak segan. Dalam pantauan di lokasi, ia bahkan terlihat mencium kening seorang balita yang masih digendong erat oleh ibunya. Rupanya, ia ingin mendengar langsung cerita mereka. Dan cerita itu pun mengalir, lengkap dengan air mata.
Seorang korban, dengan suara tersedu-sedu, berkata padanya:
"Sudah diambil sungai Pak rumah saya. Tidak ada lagi Pak rumah."
Artikel Terkait
Gizi Seimbang dari Piring Kita: Kemenkes Galakkan Pangan Lokal di HGN 2026
Keluarga dan Kader PDIP Hangati Megawati di Ulang Tahun ke-79
Depot Minyak Penza Ludes Dihantam Drone, Rusia Tuding Ukraina di Balik Serangan
Kapal Singapura Terbalik di Laut China Selatan, Dua Tewas di Tengah Ketegangan