Minggu siang itu, cuaca di Bireuen masih terasa berat. Di tengah suasana posko pengungsian di Kecamatan Juli, tiba-tiba ada keriuhan. Presiden Prabowo Subianto datang. Kedatangannya, sekitar pukul 12.20 WIB, langsung menyedot perhatian warga yang sedang berusaha bertahan usai diterjang banjir dan tanah longsor.
Tanpa banyak protokol, Prabowo langsung menyapa dan mendekati para pengungsi. Ia tak segan. Dalam pantauan di lokasi, ia bahkan terlihat mencium kening seorang balita yang masih digendong erat oleh ibunya. Rupanya, ia ingin mendengar langsung cerita mereka. Dan cerita itu pun mengalir, lengkap dengan air mata.
Seorang korban, dengan suara tersedu-sedu, berkata padanya:
"Sudah diambil sungai Pak rumah saya. Tidak ada lagi Pak rumah."
Artikel Terkait
Pramono Anung Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 2026, Banjir Jakarta Tetap Mengancam
Bareskrim Periksa 18 Pejabat DSI dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Jakarta Tenggelam: 121 RT dan 16 Ruas Jalan Masih Terendam Banjir
Tiga Warga Terluka Akibat Pohon Tumbang Diterjang Hujan Deras di Senen