Ia menjelaskan, pengiriman logistik akan digenjot lewat semua jalur darat, udara, dan laut. Tapi bantuan saja tidak cukup. Perbaikan infrastruktur yang rusak harus segera dikerjakan. “Akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik bisa lancar kembali,” tegasnya.
Di sisi lain, Gibran menekankan soal prioritas. Kaum lansia dan anak-anak harus dapat perhatian khusus. Ia memastikan ketersediaan makan tiga kali sehari dan air bersih di tenda-tenda pengungsian. “Bapak/Ibu tidak sendiri, warga Sumatera tidak sendiri,” katanya, meyakinkan bahwa pemerintah pusat turun langsung ke lapangan.
“Hari ini kami mengunjungi tiga provinsi, tujuannya untuk percepat pemulihan,” tambah Gibran.
Rencananya, setelah dari Sumbar, ia akan melanjutkan peninjauan ke daerah terdampak lain di Aceh dan Sumatera Utara. Penerbangannya dimulai sejak dini hari. Dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, pesawatnya lepas landas sekitar pukul 05.00 WIB menuju Bandara Minangkabau. Perjalanan panjang itu menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani musibah ini. Bencana datang tiba-tiba, tapi responsnya diharapkan tak boleh lambat.
Artikel Terkait
Trotoar Fatmawati Diserbu Motor, Penyandang Tunanetra Terhambat
Amukan di Ampera Raya: Tujuh Orang Buron Usai Pengeroyokan Berdarah
Nadiem Bantah Tahu Soal Gratifikasi Laptop, Tanya: Kemahalannya di Mana?
China Eksekusi Mati Otak Sindikat Penipuan Myanmar dalam Gelombang Penindasan Beruntun