Otoritas China baru saja mengeksekusi empat orang. Mereka bukan penjahat biasa, melainkan otak dari sindikat penipuan skala besar yang beroperasi dari Myanmar. Yang menarik, ini sudah eksekusi mati kedua yang dilakukan Beijing dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Tindakan ini jelas bukan kebetulan.
Menurut sejumlah saksi, gelombang penindakan terhadap praktik scam lintas perbatasan ini memang sedang digencarkan. Sindikat-sindikat yang biasanya mengincar korban lewat telekomunikasi kini jadi sasaran utama. Tekanan dari Beijing tampaknya semakin keras.
Pengadilan Rakyat Shenzhen yang mengonfirmasi berita ini menyebut keempat terpidna itu terkait dengan "kelompok kriminal keluarga Bai". Pernyataan resmi dari pengadilan, seperti dilansir AFP Senin lalu, cukup gamblang. Eksekusi sudah dilaksanakan.
Daftar kejahatan mereka panjang dan mengerikan. Bukan cuma penipuan online. Pengadilan menyebut ada pembunuhan berencana, penganiayaan, penculikan, sampai pemerasan. Bahkan prostitusi paksa juga termasuk dalam modus operandi mereka.
Artikel Terkait
Dunia dalam Sehari: Grok Dibuka Kembali, Alcaraz Pecahkan Rekor, hingga Duka di Balochistan
Kasus Aurelie Picu DPR Bahas Ancaman Child Grooming di Rapat Intens
Korlantas Perketat Pengawasan, Kamera ETLE di Tol Yogyakarta Dioptimalkan
Gudang Dekorasi dan Ruko Ludes Terbakar di Tangsel, Kerugian Capai Rp 7 Miliar