Ia juga menyampaikan duka mendalam untuk korban jiwa, berharap mereka husnul khotimah. Untuk korban hilang, Andayani berdoa agar segera ditemukan. "Kami berharap seluruh warga terdampak diberi kekuatan untuk bangkit kembali," tambahnya.
Lebih jauh, Andayani menegaskan peran PELNI tak cuma soal menghubungkan antar pulau. "Kami juga hadir saat masyarakat membutuhkan. Kami berdoa tahun baru 2026 jadi awal yang penuh berkah bagi saudara-saudara kita di Sumut," ujarnya.
Di lapangan, Kepala Cabang PELNI Medan, Harianto Sembiring, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menjelaskan, bantuan logistik yang diserahkan ke BPBD itu dimaksudkan untuk segera didistribusikan ke posko-posko pengungsian.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyaluran bantuan ini," ujar Harianto. "Semoga bermanfaat dan masyarakat yang terdampak segera pulih."
Melalui aksi ini, PELNI kembali menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu berusaha dekat dengan masyarakat, terutama di wilayah operasionalnya. Sebagai catatan, untuk wilayah Sumatera Utara, PELNI mengoperasikan KM Kelud yang rutin melayani rute Tanjung Priok-Batam-Tanjung Balai Karimun-Medan, pulang pergi.
Artikel Terkait
Progres Pembangunan Jembatan Pascabencana di Sumatera Bervariasi, Sumbar Paling Tertinggal
Bitcoin Bertahan di Support Kunci USD 68.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik
Bocah 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditemukan di Bawah Kasur di Bandung Barat
Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal Balasan ke Target AS dan Israel