Ia juga menyampaikan duka mendalam untuk korban jiwa, berharap mereka husnul khotimah. Untuk korban hilang, Andayani berdoa agar segera ditemukan. "Kami berharap seluruh warga terdampak diberi kekuatan untuk bangkit kembali," tambahnya.
Lebih jauh, Andayani menegaskan peran PELNI tak cuma soal menghubungkan antar pulau. "Kami juga hadir saat masyarakat membutuhkan. Kami berdoa tahun baru 2026 jadi awal yang penuh berkah bagi saudara-saudara kita di Sumut," ujarnya.
Di lapangan, Kepala Cabang PELNI Medan, Harianto Sembiring, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menjelaskan, bantuan logistik yang diserahkan ke BPBD itu dimaksudkan untuk segera didistribusikan ke posko-posko pengungsian.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyaluran bantuan ini," ujar Harianto. "Semoga bermanfaat dan masyarakat yang terdampak segera pulih."
Melalui aksi ini, PELNI kembali menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu berusaha dekat dengan masyarakat, terutama di wilayah operasionalnya. Sebagai catatan, untuk wilayah Sumatera Utara, PELNI mengoperasikan KM Kelud yang rutin melayani rute Tanjung Priok-Batam-Tanjung Balai Karimun-Medan, pulang pergi.
Artikel Terkait
Trump Guncang Sekutu NATO dengan Ancaman Tarif 25% demi Greenland
Motor Tercebur di Kali Cileungsi, Pengendara Selamat Berkat Lompatan Cepat
Menteri KKP Konfirmasi Tiga Stafnya Ada di Pesawat yang Diduga Jatuh di Maros
Menteri Trenggono Berduka, Tiga Staf KKP Jadi Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak di Maros