Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal Balasan ke Target AS dan Israel

- Rabu, 04 Maret 2026 | 16:15 WIB
Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal Balasan ke Target AS dan Israel

Konflik di Timur Tengah kini memasuki hari kelima. Situasinya semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran, atau IRGC, mengklaim telah melancarkan serangan rudal besar-besaran. Menurut mereka, sekitar 40 rudal ditembakkan ke arah target-target milik Amerika Serikat dan Israel pada Rabu (4/3) lalu.

Pernyataan resmi IRGC disiarkan langsung oleh televisi pemerintah. "Beberapa jam yang lalu, gelombang ke-17 operasi 'Honest Promise 4' dilakukan dengan peluncuran 40 rudal oleh pasukan udara Korps Garda Revolusi Islam, menuju target-target Amerika dan Zionis," begitu bunyi pengumuman itu, seperti dilaporkan Al Arabiya. Sayangnya, tidak ada detail lebih lanjut yang diberikan soal lokasi atau dampak serangan tersebut.

Serangan balasan Iran ini tentu bukan tanpa sebab. Semuanya berawal dari serangkaian serangan udara Israel dan AS yang mengguncang Iran sejak Sabtu (28/2) pekan lalu. Aksi itu langsung memicu pembalasan yang sengit dari Teheran.

Di sisi lain, para pemimpin dari kedua kubu tampaknya sedang bersiap untuk konflik yang berlarut-larut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah memberi isyarat. Dalam pernyataannya pada Senin (2/3), ia mengakui bahwa perang ini mungkin masih akan berlangsung "beberapa saat". Meski begitu, Netanyahu mencoba meredam kekhawatiran dengan menegaskan bahwa ia tidak akan memakan waktu bertahun-tahun.

Sementara dari Washington, nada peringatan justru semakin keras. Presiden Donald Trump dan sejumlah pejabat seniornya berulang kali menyebut bahwa konflik dengan Iran berisiko menelan lebih banyak korban jiwa dari pihak militer AS. Kekhawatiran itu muncul seiring dengan aksi balasan gencar yang dilancarkan Teheran.

Dan aksi balasan itu nyata skalanya. Data dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang dirilis Selasa kemarin cukup mencengangkan. Mereka mencatat, Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan tidak kurang dari 2.000 drone dalam berbagai serangan balasannya di seluruh kawasan Timur Tengah hingga saat ini. Angka itu menggambarkan intensitas pertukaran serangan yang sedang terjadi, dan sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar