Operasi Ketupat 2026 secara resmi berakhir hari ini. Tapi, jangan bayangkan personel kepolisian langsung bubar jalan. Mereka masih akan terlihat siaga di pos-posnya. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk memperpanjang masa pengamanan arus balik selama empat hari ke depan.
Keputusan ini disampaikan Sigit langsung dari Jasa Marga Toll Road Command Center di Jatiasih, Bekasi, Rabu (25/3/2026) siang. Ia baru saja meninjau situasi arus balik Lebaran.
“Polri saat ini menambahkan kegiatan operasinya,” ujar Sigit.
“Karena hari ini operasi (Operasi Ketupat) sudah selesai, kita tambahkan tiga atau empat hari dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Ini semua menjadi bagian dari upaya untuk supaya rangkaian arus balik betul-betul terjaga dengan baik,” tegasnya.
Jadi, skema yang dipakai adalah Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan. Intinya, pelayanan dan pengamanan tetap maksimal, meski operasi khususnya sudah ditutup. Tujuannya jelas: memastikan sisa kendaraan yang belum kembali ke Jakarta terlayani dengan baik.
Memang, angka kecelakaan lalu lintas secara nasional tahun ini dilaporkan turun. Mantan Kabareskrim ini mengakui hal itu. Namun begitu, ia sama sekali tak ingin jajarannya lengah. Semua harus tetap waspada sampai benar-benar usai.
“Walaupun secara nasional (angka laka lantas) kita turun, namun kita harapkan sampai dengan arus balik nanti jumlah laka lantasnya tidak terlalu signifikan. Keselamatan masyarakat sampai di rumah adalah yang utama,” paparnya.
Keputusan perpanjangan ini punya dasar yang konkret: data. Tercatat, sekitar 2,5 juta kendaraan membanjir keluar Jakarta saat mudik. Nah, hingga siang tadi, yang sudah kembali baru sekitar 2,04 juta. Masih ada selisih hampir setengah juta kendaraan yang jadi ‘PR’ untuk diurai.
Belum lagi, prediksi puncak arus balik susulan masih mengintai di tanggal 28 dan 29 Maret nanti. Situasinya belum bisa dibilang benar-benar aman.
Di akhir penjelasannya, Kapolri menyelipkan imbauan untuk para pemudik yang masih di jalan. Pesannya klasik tapi selalu relevan: jangan memaksakan diri.
“Mohon untuk terus diingatkan... untuk tidak memaksakan diri, yang ngantuk agar beristirahat sebentar,” ucap Sigit.
“Ada rest area di jalur tol, kemudian juga ada tempat-tempat istirahat yang ada di jalur arteri, baik itu di pos-pos pelayanan, pos terpadu, ataupun jalur-jalur jembatan timbang yang sudah disiapkan. Sehingga kemudian kita betul-betul bisa menekan jumlah laka lantas,” sambungnya.
Dalam peninjauan itu, Sigit tidak sendirian. Tampak hadir Menko PMK Pratikno dan Menhub Dudy Purwagandhi, bersama Dirjen Hubdat Aan Suhanan. Dari pihak swasta, hadir Dirut PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono dan Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.
Kapolri sendiri didampingi sejumlah pejabat tinggi Polri, seperti Astamaops Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengamanan arus balik ini masih jadi perhatian serius.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Open Donasi Jambore Anak Yatim yang Catut Nama Pimpinan adalah Hoaks
Irjen Pipit Rismanto Resmi Jabat Kapolda Jawa Barat
Pemerintah Rehabilitasi 42.702 Hektare Sawah Rusak Akibat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Israel Akan Bebaskan Dua Aktivis Global Sumud Flotilla, Proses Deportasi Segera Dilakukan