Namun begitu, jalan menuju pembukaan ini ternyata tak mulus. Menurut dua sumber diplomatik Eropa yang berbicara kepada AFP, rencana serupa sebenarnya sudah disiapkan untuk tanggal 14 Oktober. Tapi, ya, akhirnya molor juga.
Latar belakang keputusan ini cukup kompleks. Di satu sisi, pembukaan Rafah adalah bagian dari paket rencana perdamaian untuk Gaza yang digaungkan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, desakan untuk membuka akses kemanusiaan juga sudah lama disuarakan oleh PBB dan berbagai lembaga bantuan.
Perlu diingat, militer Israel sudah menguasai sisi Palestina di Rafah sejak Mei 2024. Alasannya waktu itu, mereka mencurigai perlintasan itu dimanfaatkan untuk "tujuan teroris", termasuk dugaan kuat perdagangan senjata gelap. Kini, situasinya perlahan berubah.
Artikel Terkait
Tanggul Kali Angke Bobol, Ratusan Rumah di Tangerang Terendam 60 Cm
Perumahan Periuk Damai Tergenang, Air Mencapai Atap Pintu
Indonesia Jadi Satu-Satunya Anggota Pendiri Dewan Perdamaian Trump dari Asia Tenggara
Kekhawatiran ART Berujung Temuan Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah