Depok Gerakkan Ayah Ambil Rapor, Antisipasi Ancaman Fatherless

- Jumat, 19 Desember 2025 | 08:40 WIB
Depok Gerakkan Ayah Ambil Rapor, Antisipasi Ancaman Fatherless

Pemerintah Kota Depok punya gerakan baru. Melalui surat edaran bernomor 400.3/871/Disdik/2025, Wali Kota Supian Suri secara resmi mengimbau para ayah untuk datang ke sekolah mengambil rapor anak mereka. Surat yang ditetapkan sejak 15 Desember 2025 itu punya tujuan jelas: menguatkan peran ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Gerakan ini tak main-main. Ada lima poin imbauan di dalamnya, yang intinya memanggil para ayah baik PNS, karyawan swasta, atau warga umum untuk hadir saat pembagian rapor akhir semester. Gagasan ini langsung mendapat angin segar dari Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna.

“Itu gerakan yang bagus,” ujar Ade saat ditemui wartawan, Jumat (19/12/2025).

Dia melihat imbauan ini sebagai langkah tepat untuk menjawab ancaman fatherless yang kian nyata. “Indonesia terancam fatherless, bahkan ayahnya ada seperti tidak ada. Ayah harus tampil memimpin keluarga, sekaligus menjadi contoh dan tauladan bagi anggota keluarga termasuk anak-anaknya,” tegasnya.

Menurut Ade, yang dibutuhkan bukan sekadar kehadiran fisik. Kualitas waktu bersama anak jauh lebih penting. Aktivitas sederhana seperti mengambil rapor bisa jadi pintu masuk untuk membangun kedekatan itu. “Maka dibutuhkan kualitas dan kuantitas waktu untuk bersama anak, salah satunya mengambil rapor anak,” paparnya.

Namun begitu, dia juga punya keprihatinan lebih luas. Bagaimana dengan anak-anak yang memang tak punya ayah? Untuk mereka, Ade punya usulan lain.

“Untuk anak yatim juga perlu ada gerakan bapak asuh, yang bisa diperankan oleh paman, kerabat sehingga anak tersebut tetap mendapat sentuhan sosok ayah dalam tumbuh kembangnya,” katanya.

“Lebih jauh, dapat juga diperankan oleh relawan, lingkungan sehingga seluruh anak di lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dalam tumbuh kembangnya,” sambung Ade.

Harapannya jelas: gerakan ini tak cuma sekadar seremonial. Dengan melibatkan ayah langsung dalam momen akademis anak, diharapkan muncul kesadaran kolektif. Peran ayah dalam keluarga, terutama di Depok, diharapkan bisa lebih nyata dan berarti tidak hanya sekadar figur yang absen.

Surat edaran itu sendiri sudah beredar dan dapat dilihat sejak Rabu (17/12). Sekarang, tinggal menunggu respons nyata dari para ayah di Depok. Apakah mereka akan memenuhi panggilan ini? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar