Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, punya pesan khusus buat para camat dan lurah. Intinya, hati-hati kalau bikin konten di media sosial. Jangan sampai berlebihan.
Pesan itu disampaikannya di Balai Kota Jakarta, Rabu kemarin, saat membuka pertemuan dengan para camat, lurah, dan Forkopimcam.
"Apa pun yang kita lakukan harus bisa kita komunikasikan secara baik di ruang publik," ujar Pramono.
Tapi, lanjutnya, yang dikomunikasikan haruslah yang apa adanya. "Nggak boleh terlalu berlebihan, apalagi dibuat seakan-akan jadi konten tertentu," tegas dia.
Menurut Gubernur, kejujuran dalam komunikasi publik ini krusial. Ini soal menjaga kepercayaan warga. Membangun citra Jakarta, katanya, harus lewat kerja nyata. Bukan dari konten-konten yang direkayasa atau dibuat-buat.
"Konten nggak apa-apa," katanya mencoba menegaskan.
"Tapi intinya mari kita bangun bersama-sama dengan apa adanya. Yang baik ya baik, yang kurang ya kita perbaiki."
Di sisi lain, Pramono juga menyentuh soal koordinasi. Menjelang musim hujan dan cuaca ekstrem, koordinasi antar-instansi harus benar-benar dijaga. Setiap kebijakan atau program lapangan harus disampaikan ke publik dengan jelas.
"Apapun komunikasi yang baik kemudian disampaikan ke publik," ujarnya, "akan membuat masyarakat semakin aware terhadap persiapan menghadapi cuaca ekstrem, banjir rob, dan lain-lain."
Pramono mengingatkan peran vital para camat dan lurah sebagai perpanjangan tangannya di lapangan. Kualitas pelayanan dan cara mereka berkomunikasi, akan langsung membentuk persepsi warga tentang Jakarta.
"Baik buruknya Jakarta sebagian besar bergantung pada Saudara-saudara sekalian," pungkasnya dengan nada serius.
"Maka, tolong jaga, dan sampaikan semua kepada publik secara jujur dan apa adanya."
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp129 Juta untuk 47 Penerima Manfaat di Rembang
Pemerintah Targetkan Bedah 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kawasan Perbatasan
Madura United Pilih Fokus pada Diri Sendiri di Tengah Ketatnya Persaingan Zona Degradasi
Satpol PP DKI Buka Suara soal Beban Kerja: Idealnya 10.000 Personel, Baru Terpenuhi Setengahnya