Video itu beredar cepat di media sosial. Seorang pria, dengan nada kesal, bercerita bahwa ia dimintai uang saat ingin meminjam mobil patroli Kodim. Katanya, mobil itu akan dipakai mengirim bantuan untuk korban bencana di Sumatera Utara. Klaimnya langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen.
Dalam rekaman yang terlihat, pria tersebut mendetailkan pengalamannya. Awalnya, dia mendatangi Kodim setempat untuk minta bantuan mobil kavaleri. Tujuannya mulia: mengantarkan logistik ke Pangkalan Brandan. Tapi yang terjadi di luar dugaan.
"Oke aku mau kasih informasi ya, kemarin itu kami mau minta bantuan sama Kodim, mau minta mobil kavaleri buat antar logistik ke Brandan. Nah orang kodim minta Rp 2 juta, Bro, nego nego nego sama TNI, Bro,"
Begitu ditolak, pria itu coba cari jalan lain. Dia menghubungi seorang anggota DPR, berharap bisa dapat bantuan. Lagi-lagi, harapannya pupus. Malah dapat wejangan yang bikin dia semakin geram.
"Akhirnya jumpa sama channel lain DPR. Nah DPR ini minta sejuta, Bro. Minta nego lagi Bro, tetap nggak dapet. Akhirnya tau apa yang dibilang mereka, 'klean cari aja yang gratis, nggak ada yang gratis di dunia ini'. Negara support rakyat kok, oke? kayaknya kacau ya,"
Namun begitu, cerita itu tak dibiarkan menggantung. TNI, melalui Kapuspen Mayjen Marinir Freddy Ardianzah, angkat bicara. Freddy dengan tegas membantah kebenaran video viral tersebut.
Menurutnya, pria dalam video sudah meminta maaf dan mengakui bahwa ceritanya tidak sesuai fakta.
"Yang bersangkutan sudah konfirmasi dan minta maaf ya, bahwa itu tidak benar,"
ujar Freddy saat dikonfirmasi.
Di sisi lain, Freddy menegaskan bahwa TNI selalu terbuka untuk pengaduan masyarakat. Hanya saja, dia mengimbau agar setiap laporan disertai bukti yang kuat, bukan sekadar klaim yang kemudian diunggah begitu saja dengan motivasi tidak jelas. "Mohon jangan sekadar pengakuan saja," pintanya.
Dalam situasi sulit pascabencana ini, Freddy berharap semua pihak bisa lebih bijak. Dia mengingatkan agar tidak ada disinformasi atau tindakan provokatif yang justru memperkeruh suasana, termasuk dari internal TNI sendiri.
"Komitmen TNI jelas akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh prajuritnya. Mari kita saling mengingatkan dengan baik, juga saling menguatkan di masa-masa sulit ini,"
tutupnya, mencoba meredakan ketegangan yang sempat muncul.
Artikel Terkait
Wall Street Terkoreksi, Saham Teknologi Jeblok dan Konflik Iran-AS Panaskan Harga Minyak
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara karena Jadi Perantara Jual Beli Narkoba di Dalam Rutan
Presiden Iran Bantah Klaim Trump soal Perpecahan Internal, Tegaskan Persatuan Nasional
Peringatan 24 April: Hari Transportasi Nasional hingga Hari Kesehatan Wanita Sedunia