Kabupaten Agam masih bergulat dengan dampak bencana. Di tengah upaya pencarian dan evakuasi, kebutuhan logistik darurat ternyata masih sangat besar. Tak cuma untuk operasi penyelamatan, tapi juga untuk memastikan korban yang selamat bisa bertahan dengan layak.
Menurut Rahmat Lasmono, Kepala Pelaksana BPBD Agam, alat berat jadi salah satu kebutuhan yang paling krusial saat ini. Mereka masih membutuhkan puluhan unit.
"Alat ini sangat dibutuhkan untuk membuang materi tanah dalam pencarian korban hilang, bersihkan jalan, mendistribusikan air bersih, untuk penerapan dan lainnya," ujar Rahmat di Lubuk Basung, Selasa lalu.
Selain alat berat, daftar kekurangan ternyata panjang. Mobil tangki air, genset, hingga toren air masih sangat dibutuhkan. Bahkan hal-hal mendasar seperti bahan bakar untuk menjalankan semua peralatan itu juga menipis.
Di sisi lain, kebutuhan korban di posko pengungsian juga tak kalah mendesak. Stok pangan pokok perlahan habis. Yang lebih menghawatirkan, kebutuhan khusus seperti makanan dan susu bayi mulai langka. Sandang untuk bertahan hidup pakaian dalam, perlengkapan mandi, alat salat juga masih jadi barang yang dicari.
Artikel Terkait
Rudal Iran Guncang Tel Aviv, Bangunan Rusak tapi Tak Ada Korban Jiwa
Organisasi Kepemudaan Golkar dan UMNO Malaysia Perkuat Kerja Sama, Respons Ketegangan Timur Tengah
Komisi III DPR Gelar RDPU Kasus Nabilah Obrien, Korban Laporan yang Jadi Tersangka
Wakil Ketua MPR: Ketergantungan Migas RI pada Timur Tengah Hanya 20 Persen