Merespon kondisi darurat ini, Jonius mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan airdrop bantuan pangan. Bantuan lewat udara dinilai sebagai satu-satunya cara untuk menjangkau titik-titik terisolir tersebut. Sejauh ini, bantuan helikopter BNPB baru bisa menjangkau dua desa dengan kapasitas yang sangat terbatas.
"Harapan kami, untuk desa-desa terisolir mohon diberikan bantuan lewat udara. Totalnya ada sekitar 12 desa terdampak," pintanya.
"Masyarakat meminta beras, ikan, minyak goreng. Mereka sangat kekurangan," imbuhnya, menggambarkan kebutuhan mendesak di lapangan.
Di sisi lain, kerusakan properti juga sangat masif. Sekitar 175 rumah hilang atau rusak parah, ditambah 200 rumah lainnya mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat. Pemerintah daerah punya rencana untuk merelokasi permukiman warga ke daerah perbukitan yang lebih aman.
Tapi rencana itu tak semudah membalik telapak tangan.
"Lokasi permukiman saat ini tidak memungkinkan lagi. Tapi untuk relokasi kami membutuhkan regulasi karena harus menggunakan hutan negara," tutup Jonius, mengungkapkan kendala birokrasi yang dihadapi.
Artikel Terkait
FBI Geledah Rumah Jurnalis Washington Post dalam Kasus Bocornya Dokumen Pentagon
Arab Saudi Tegaskan Tak Izinkan Serangan ke Iran Lewat Wilayahnya
Warga Cibinong Amankan Pencuri Emas yang Beraksi dengan Modus Pura-Pura Beli
Denmark Perkuat Militer di Greenland, Antisipasi Ambisi Trump di Arktik