Yang ketiga, pendekatannya terhadap anggota. Dia tidak cuma mengawasi, tapi juga membina. Prinsipnya sederhana tapi tegas: kesalahan anggota adalah tanggung jawab pimpinan.
"Kepada anggota kita lakukan pembinaan, kontrol. Apapun yang anggota lakukan itu kesalahan di pimpinan. Bantu dan dampingi anggota kita. Saya biasa diperiksa (Propam) karena anggota (dinilai salah) dan saya tanggung jawab," tegas Rudi.
Di sisi lain, dia juga sangat ketat mengontrol diri. Fasilitas dinas, seperti mobil patroli, sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan pribadinya.
"Saya tidak pernah memakai mobil patroli untuk kegiatan saya sehari-hari. Mobil dinas digunakan untuk datangi TKP, untuk melayani masyarakat," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyoroti peran penting perwira di lapangan. Dia menyebut mereka sebagai benteng pertama Polri, terutama dalam hal pelayanan publik.
Mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komjen Dedi mengucapkan terima kasih kepada para perwira di garda terdepan yang dianggap telah bekerja sesuai harapan masyarakat.
"Terima kasih kepada seluruh perwira yang menjadi garda terdepan pelayanan dengan tulus, semangat dan pengabdian," tuturnya.
Tak hanya itu, Dedi juga menerangkan bahwa Polri, lewat Staf Sumber Daya Manusia (SSDM), terus berupaya meningkatkan kualitas kepemimpinan lapangan. Ini jadi prioritas dalam akselerasi transformasi Polri.
"Assessment digunakan sebagai peta pembinaan untuk memperkuat kemampuan perwira agar semakin responsif dan mampu membangun kedekatan yang konstruktif dengan masyarakat. Bukan untuk melemahkan moral personel," terang Komjen Dedi.
Dia menegaskan, Polri butuh pemimpin di wilayah yang tak cuma tangguh secara taktis, tapi juga lihai dalam pendekatan sosial dan komunikasi dengan publik.
Artikel Terkait
Gelombang Bom Guncang SPBU Thailand Selatan, Empat Orang Terluka
Kemenag Tegaskan Awal Ramadan 2026 Tunggu Sidang Isbat, Bukan Kalender
Jenazah Terhalang Banjir, Petugas dan Warga Pikul Peti Lewat Genangan
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Gebrakan Pendidikan Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan