Ledakan keras mengguncang Kyiv dini hari tadi. Sekitar pukul satu pagi, serangan drone dan rudal Rusia menghujani kota, memicu kebakaran di sejumlah gedung apartemen. Akibatnya, setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas. Situasi ini terjadi justru ketika pembicaraan damai disebut-sebut semakin panas.
Dari seberang lautan, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia sudah 'sangat dekat'.
"Kita semakin dekat dengan kesepakatan," ujar Trump, seperti dilaporkan AFP pada Rabu (26/11/2025).
Namun begitu, nada dari para pemimpin Eropa sama sekali berbeda. Mereka terlihat skeptis, menimbang realita di lapangan di mana rudal Rusia justru terus menghujani Ukraina tanpa henti.
Trump sendiri tampak frustrasi. Janjinya saat kampanye pemilu tahun lalu untuk segera mengakhiri perang ternyata tak semudah itu direalisasikan. Yang menarik, rencana awal AS yang dinilai banyak kalimat terlalu menguntungkan Moskow, perlahan telah bergeser. Kini, draf yang ada disebut lebih mempertimbangkan kepentingan Ukraina.
Seorang pejabat Ukraina, yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa versi baru ini jauh lebih baik daripada proposal sebelumnya. Meski demikian, para negosiator AS sendiri tak menampik bahwa masih ada sejumlah masalah rumit yang harus diurai.
Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menolak gagasan adanya solusi instan.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai di Kantornya, Terkait Koper Berisi Rp 5 Miliar
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik
JPU Soroti Janji Bukti Chat Pemerasan Rp300 Juta yang Tak Sesuai Klaim Ammar Zoni
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi