Dari hasil pemeriksaan sementara, ketujuh remaja ini ternyata bagian dari sebuah geng. Kelompok mereka bernama PSB atau Pemuda Strong Boy, dengan ketua berinisial DH (20).
"Hasil wawancara, mereka tergabung di grup PSB atau Pemuda Strong Boy dengan ketua saudara DH (20) yang bermarkas sekitar SD. Kelompok baru berdiri sekitar satu bulanan. Kelompok tersebut sudah beberapa kali tawuran," papar Eko.
Nah, si ketua geng, DH, justru tidak ada di lokasi saat penangkapan. Polisi masih menyelidiki di mana keberadaannya. Senjata tajam yang disita itu konon dibawa oleh DH dan seorang lainnya berinisial YG.
"Saudara DH tidak ada di lokasi saat kejadian, masih penyelidikan. Dijelaskan oleh mereka senjata tajam tersebut dibawa ke lokasi oleh DH dan YG," imbuhnya.
Saat ini, ketujuh remaja tersebut masih ditahan di Mapolsek Bogor Tengah untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi tak hanya berhenti di situ. Rencananya, mereka akan memanggil orang tua masing-masing pelaku. Tujuannya jelas, untuk memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Mengamankan pelaku dan barang bukti. (Kemudian) Akan memanggil keluarga pelaku dan koordinasi dengan Dinsos Kota Bogor untuk pembinaan," pungkas Eko menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT Perdana 2026, Kantor Pajak dan Perusahaan Tambang Jadi Sasaran
Trump Siap Bantu Iran, Gelombang Protes Makin Mengguncang
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan