Acara yang berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (26/11) ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Diikuti oleh 631 peserta, mulai dari PJU Mabes Polri, para Kapolda, Karoops, hingga Kapolres jajaran, suasana terasa khidmat. Bahkan, kehadiran atase kepolisian dari negara sahabat turut memberi warna internasional pada pertemuan itu. Tim Transformasi Reformasi Polri juga hadir, menandakan keseriusan agenda perubahan.
Di sisi lain, Kapolri berharap momentum ini bisa menjadi pemersatu. Sebuah cara untuk menyelaraskan arah dan pemahaman seluruh jajaran. Ini juga jadi sarana krusial untuk mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan di lapangan, sekaligus melihat kembali kebijakan yang berlaku.
Yang menarik, acara akbar ini sengaja digelar dengan kesederhanaan. Bukan tanpa maksud.
"Kesederhanaan ini bertujuan agar seluruh jajaran tetap membumi, tetap dekat dengan masyarakat," jelas Jenderal Sigit.
Dia melanjutkan, pendekatan semacam ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa memiliki, "sense of belongings", terhadap institusi yang dipimpinnya. Dengan begitu, para peserta akan selalu ingat jati diri Polri yang sejati: sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sebuah pengingat di tengah kompleksitas tugas yang mereka emban setiap harinya.
Artikel Terkait
Warga Srengseng Kesal, Oknum Wanita Kabur Bayar Usai Makan-Minum di Warung
Dana Otsus Triwulan I 2026 Cair untuk 16 Daerah Papua, Penyaluran Tercepat Sejak Implementasi
Pembangunan Jalan Pengganti di Batu Tulis Bogor Dimulai, Proses Lelang Fisik Masih Berjalan
Surabaya Raih Penghargaan Global untuk Inovasi Popok Pakai Ulang