Namun begitu, bidang pendidikan bukan satu-satunya yang dibahas. Fokus utama justru ada di sektor kesehatan. Sistema, yang mengelola lebih dari 160 rumah sakit di Rusia dan dikenal sebagai produsen obat-obatan terbesar di sana, sudah memulai pembicaraan dengan dua BUMN farmasi Indonesia. "Mereka sudah bertemu dengan Bio Farma dan Kimia Farma di Bandung," ungkap Rosan. Rencananya, pertemuan itu akan segera ditindaklanjuti.
Tak berhenti di situ, minat Sistema juga merambah ke industri maritim. Perusahaan ini, yang disebut-sebut sebagai salah satu pelaku galangan kapal terbesar di Rusia, tertarik mengembangkan kapal listrik penumpang berkapasitas 100-200 orang. Yang menarik, mereka berencana mendirikan manufakturnya di Indonesia. Pembicaraan untuk proyek ini disebut sudah mulai berjalan.
Meski berbagai sektor sudah dibicarakan, Rosan menegaskan bahwa semua masih dalam tahap penjajakan awal. Belum ada nilai investasi yang dipastikan. "Tapi proses perizinan seperti di BPOM sudah mulai mereka urus," tuturnya. Prioritas saat ini adalah mempercepat langkah-langkah teknis dan perizinan agar kerja sama bisa segera direalisasikan.
Artikel Terkait
KPK Sita Emas dan Miliaran Rupiah dalam OTT Pejabat Pajak
KUHP Baru Diklaim Jadi Tameng Bagi Pengkritik Pemerintah
KPK Amankan Pejabat Pajak Jakarta Utara dalam OTT Suap Rp 4 Miliar
Pajak Rp75 Miliar Menyusut Drastis, Lima Tersangka Terjerat Kasus Suap di KPP Jakarta Utara