Mukhtarudin juga menekankan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran. "Presiden sangat peduli terhadap Pekerja Migran. Anggaran pelatihan, termasuk pelatihan berstandar internasional, sudah disiapkan," ungkapnya.
Memanfaatkan Bonus Demografi dan Penguatan Regulasi
Momentum bonus demografi disebutkan sebagai peluang besar. Mukhtarudin berharap generasi Z dapat terserap dengan baik, baik di dalam maupun luar negeri. "Ini kesempatan bagus," ujarnya.
Di sisi regulasi, Mukhtarudin menyoroti pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Revisi ini bertujuan memusatkan semua kewenangan penempatan dan perlindungan di bawah Kementerian P2MI, sehingga memudahkan koordinasi dan memberikan perlindungan maksimal, khususnya bagi pekerja migran profesional dengan keterampilan menengah hingga tinggi.
Langkah Selanjutnya dan Dampak Strategis
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti pembahasan teknis bersama KBRI Roma dan otoritas terkait di Italia. Tujuannya adalah agar target penempatan 100.000 PMI di sektor perawat dan hospitality ke Italia dapat segera terealisasi.
Langkah ini menjadi terobosan awal pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memanfaatkan bonus demografi dan memposisikan Indonesia sebagai pemasok utama tenaga kerja terampil berkelas dunia.
Artikel Terkait
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak