Jakarta - Laga panas tersaji di Stadion Allianz. Juventus, yang tertinggal agregat, menjamu Galatasaray dalam leg kedua babak play-off Liga Champions. Harapan untuk membalikkan keadaan sudah tinggi, tapi suasana berubah drastis tak lama setelah babak kedua dimulai.
Bek Juventus, Lloyd Kelly, jadi sorotan utama. Ia diusir wasit lebih awal, di menit ke-48. Penyebabnya? Duel udara dengan Alper Yilmaz yang berakhir buruk.
Dari tayangan ulang, terlihat Kelly mendarat dengan tidak terkendali. Pul sepatunya nyasar, mengenai pergelangan kaki kiri Yilmaz. Wasit asal Portugal, Pinheiro, awalnya hanya memberi kartu kuning. Tapi ceritanya tak berhenti di situ.
Setelah diminta meninjau ulang insiden di monitor VAR, Pinheiro mengubah keputusannya. Kartu kuning kedua yang semula diberikan, berubah menjadi kartu merah langsung. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari kubu Juventus. Pelatih dan para pemain di lapangan jelas tak terima.
Tak lama berselang, UEFA memberikan penjelasan resmi. Mereka menyatakan tindakan Kelly dinilai membahayakan keselamatan lawan.
“Pemain Juventus, nomor 6, menggunakan pul sepatunya, melakukan kontak yang keras dan tidak adil dengan pergelangan kaki kiri lawan, yang jelas membahayakan keselamatan lawannya,” demikian bunyi pernyataan mereka.
Kartu merah itu ibarat pukulan telak. Saat diusir, Juventus memang unggul 1-0 di laga itu, tapi masih tertinggal jauh secara agregat. Mereka butuh dua gol lagi hanya untuk menyamakan kedudukan, apalagi harus bermain dengan sepuluh pemain. Tugasnya jadi nyaris mustahil.
Kelly sendiri meninggalkan lapangan dengan emosi meluap. Wajahnya merah, dan dalam kemarahannya, ia menendang tembok lorong stadion. Sebuah gambaran frustrasi yang sempurna dari malam buruk bagi Bianconeri.
Menurut laporan Football Italia yang meliput langsung di stadion, ketegangan terasa begitu kental sepanjang sisa pertandingan. Dengan satu pemain kurang, Juventus terjepit. Asa untuk lolos pun kian menjauh.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Kemayoran, Selamatkan Diri dengan Tongkat
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Usai Rumah di Kemayoran Ludes Terbakar
DPR Kritik Wacana Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah di Jeddah, Minta Pemerintah Prioritaskan Program di Dalam Negeri
Rupiah Melemah, Mahasiswa Indonesia di Australia Terpaksa Rem Gaya Hidup dan Berhemat