LPDP Masih Hitung Jumlah Pengembalian Dana Beasiswa dari Alumni yang Viral

- Kamis, 26 Februari 2026 | 06:00 WIB
LPDP Masih Hitung Jumlah Pengembalian Dana Beasiswa dari Alumni yang Viral

Soal pengembalian dana beasiswa LPDP oleh alumni berinisial AP, suami dari DS yang viral itu, masih dalam proses penghitungan. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengaku pihaknya masih mengkalkulasi angka pastinya.

"Untuk uang yang harus dikembalikan, kami masih hitung. Datanya ada, perhitungannya juga sedang kami lakukan," jelas Sudarto saat jumpa pers di kantor Kementerian Keuangan, Rabu malam lalu.

Menurutnya, masa studi AP terbagi dalam dua periode: 2015-2016 dan kemudian dilanjutkan lagi dari 2017 hingga 2021. Nah, yang sedang dihitung bukan cuma pokok dananya, tapi juga bunga yang seharusnya didapat jika dana itu disimpan. Hitung-hitungannya ternyata tak sederhana.

Sudarto berjanji angka finalnya akan diumumkan ke publik. "Ini kan menyangkut kepentingan umum, jadi akan kami sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah menyebut bahwa AP bakal mengembalikan seluruh dananya ke negara.

"Bos LPDP sudah ngobrol dengan suami yang bersangkutan. Dia sepakat untuk mengembalikan uang yang dipakai dari LPDP. Lengkap dengan bunganya," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/2).

Dia menegaskan, dana LPDP itu sumbernya dari rakyat. "Uangnya dari pajak, sebagian lagi dari utang negara yang sengaja dialokasikan buat tingkatkan SDM. Tapi kalau dipakai untuk menghina negara, ya kami minta kembali plus bunganya," tambahnya dengan nada kesal.

Purbaya juga tak main-main. Selain meminta pengembalian dana, dia akan memasukkan nama AP ke dalam daftar hitam. Efeknya, AP takkan bisa lagi bekerja di lingkungan pemerintahan.

Polemik ini berawal dari unggahan DS di Instagram pribadinya pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam video yang beredar, DS memperlihatkan paspor Inggris milik anak keduanya.

Bukan fotonya yang jadi masalah, tapi keterangan yang ditulisnya. Unggahan itu dinilai banyak netizen merendahkan paspor Indonesia dan dianggap tak mencerminkan kebanggaan sebagai WNI. Kontroversi pun meledak, berimbas hingga ke kewajiban pengembalian dana beasiswa suaminya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar