Longsor Situkung: 886 Warga Dievakuasi & Pencarian 26 Korban Terus Dilakukan

- Senin, 17 November 2025 | 19:30 WIB
Longsor Situkung: 886 Warga Dievakuasi & Pencarian 26 Korban Terus Dilakukan
Tanggap Darurat Longsor Situkung: Evakuasi, Pencarian Korban, dan Persiapan Hunian

Tanggap Darurat Longsor Situkung: Evakuasi, Pencarian Korban, dan Persiapan Hunian

Sebuah bencana tanah longsor dengan diameter diperkirakan mencapai 100 meter telah melanda sebuah kawasan pemukiman. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan dan lebih dari 800 warga terpaksa dievakuasi untuk menjamin keselamatan mereka. Seluruh warga yang terdampak saat ini telah berada di lokasi pengungsian yang aman. Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa proses relokasi menuju hunian sementara akan segera dimulai dalam waktu tiga hari ke depan.

Luthfi, selaku perwakilan pemerintah, menyatakan bahwa persiapan untuk hunian sementara telah rampung. Rencana jangka panjang kemudian akan beralih ke pembangunan hunian tetap, mengingat satu dusun seluruhnya terdampak bencana. Penanganan tidak hanya berfokus pada tempat tinggal, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan mendasar warga seperti sandang, pangan, serta pemulihan mata pencaharian.

Proses pemetaan lokasi untuk hunian sementara dan hunian tetap saat ini masih berlangsung intensif. Proses ini melibatkan koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta unsur TNI dan Polri.

Dalam kunjungannya, Luthfi juga mendengarkan langsung keluhan warga, termasuk harapan seorang warga agar ibunya yang masih hilang dapat segera ditemukan. Dia mengimbau seluruh warga untuk tetap berada di zona aman dan tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah di area bencana masih dinyatakan labil dan berpotensi untuk bergerak kembali.

Hingga laporan ini dibuat, data terbaru menunjukkan sekitar 30 unit rumah mengalami kerusakan dan total 886 warga telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan masih terus berlanjut untuk menemukan 26 warga lainnya yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Pencarian terhadap 26 warga ini menjadi prioritas utama. Untuk mempercepat proses, sebanyak 500 personel akan kembali dikerahkan pada esok hari untuk melanjutkan operasi pencarian.

Di tengah para pengungsi, Luthfi menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas korban jiwa yang telah berjatuhan. Dia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya dengan pembagian sektor pencarian yang lebih terfokus. Berbagai pihak seperti BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berkoordinasi untuk memperkuat upaya pencarian sekaligus memastikan terpenuhinya layanan dasar bagi warga yang terdampak.

Sejak awal kejadian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan sistem penanganan terpadu yang terbagi dalam empat klaster utama. Klaster ini dirancang untuk memastikan semua aspek kebutuhan warga terpenuhi, mulai dari pengungsian, logistik, kesehatan, hingga pendidikan bagi anak-anak.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar