Bareskrim Polri baru saja membongkar aliran uang miliaran rupiah yang berputar liar. Uang haram dari transaksi narkoba jaringan Andre 'The Doctor' Fernando dan Hendra 'Pak Cik' Lukmanul Hakim ini ternyata disalurkan lewat sejumlah rekening proxy. Yang licik, transaksi-transaksi besar itu disamarkan dengan keterangan yang sangat biasa, bahkan terkesan mulia. Mulai dari 'amal', 'cicilan utang', sampai 'DP mobil'. Sungguh upaya yang sistematis untuk mengelabui mata.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membeberkan temuannya.
"Kami menemukan metode layering atau penyamaran di mana transaksi diberi keterangan palsu," jelasnya pada Sabtu (18/4/2026).
"Mereka berlagak seolah-olah sedang bertransaksi jual beli kendaraan. Ada yang pakai label 'DP BMW 2013' atau 'DP unit Venturer'. Bahkan ada yang disamarkan dengan tulisan 'Amal' dan 'Cicilan Utang'. Sangat manipulatif," imbuh Brigjen Eko.
Modus rekening titipan atau proxy ini memang bukan barang baru, tapi tetap efektif untuk memutus jejak. Sindikat sengaja menyembunyikan identitas asli antara bandar dan pembeli. Dari penyelidikan sementara, ada empat rekening proxy yang berhasil diendus. Total transaksi yang melaluinya mencapai 2.134 kali.
"Total arus masuk di empat rekening utama itu menyentuh angka Rp 124,05 miliar. Nilainya fantastis, berasal dari 2.134 transaksi," tegas Brigjen Eko.
Rincian Aliran Dana di Empat Rekening
Dalam pengungkapan ini, tim gabungan telah menetapkan dan mengamankan empat tersangka. Dua wanita berinisial DEH (Tasikmalaya) dan L (Bekasi), serta dua pria inisial TZR dan MR yang ditangkap di Aceh Timur. Pimpinan tim, Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury, membeberkan aliran dananya satu per satu.
Dari total Rp 124 miliar tadi, porsi terbesar ada di rekening tersangka L. Nilainya mencapai Rp 81,9 miliar. Selama periode pengamatan Agustus 2024 hingga Maret 2026, rekening ini mencatat arus masuk tertinggi melalui 946 transaksi.
Brigjen Eko menyoroti pola yang rapi. "Mereka melakukan structuring, memecah transaksi agar tidak mencolok. Ada nominal berulang Rp 99.999.999 yang terjadi sampai 445 kali. Sangat terencana," ujarnya.
L sendiri, menurut pengakuannya, direkrut dengan imbalan cuma Rp 1 juta. Cukup untuk menyerahkan kartu ATM dan akses m-banking miliknya.
Di sisi lain, rekening TZR menampung aliran senilai Rp 35,1 miliar. Rekening ini ternyata dipakai langsung oleh supplier utama sabu, Hendra alias Pak Cik. Fungsinya untuk menerima transfer pembayaran dari perantara, Andre Fernando.
"Dari Oktober 2025 hingga Februari 2026, dana masuknya Rp 35,15 miliar dari 426 transaksi. TZR membuka dua akun atas perintah tersangka M alias Bang Ja. Iming-imingnya ya uang," jelas Eko.
Selanjutnya, ada rekening MR dengan aliran dana Rp 3,9 miliar. Rekening ini berperan sebagai penampung uang muka pesanan dari pembeli, termasuk bandar Erwin Iskandar, sebelum akhirnya disetor ke Hendra.
Rekening MR ini adalah proxy utama yang dipegang langsung oleh Andre Fernando alias 'The Doctor'.
"Pada periode Agustus 2025 hingga Februari 2026, arus masuknya Rp 3,96 miliar dari 108 transaksi. Sindikat membeli rekening ini lengkap dengan ATM, kartu perdana, dan HP seharga Rp 5 juta," papar Brigjen Eko.
Penggunaan rekening ini akhirnya berhenti dengan cara yang ironis: sisa saldonya dicuri oleh pemilik asli rekening.
Terakhir, rekening atas nama DEH mencatat aliran sekitar Rp 3 miliar. Rekening ini dikendalikan oleh pengelola keuangan jaringan, Charles Bernado atau Charlie, khusus untuk mengoperasikan rekening masking.
"Dari Agustus 2025 hingga Februari 2026, tercatat arus masuk Rp 3,03 miliar dari 654 transaksi. DEH, yang sedang terdesak kebutuhan ekonomi, menyerahkan KTP-nya untuk didaftarkan secara online. Imbalannya cuma Rp 2 juta dari orang yang baru dikenalnya," pungkas Brigjen Eko menutup penjelasan.
Semua mengalir deras, sebelum akhirnya tersandung oleh penyelidikan yang teliti.
Artikel Terkait
TNI Klarifikasi Dua Peristiwa Terpisah di Papua: Kontak Senjata dengan OPM dan Kematian Anak
Komnas HAM Kecam Operasi TNI di Puncak Papua, 12 Warga Sipil Tewas
JK Bantah Tudingan Penistaan Agama, Sebut Istilah Syahid Digunakan di Lingkungan Muslim
Megawati Ingatkan Bahaya Pangkalan Militer Asing bagi Kedaulatan