Gus Ipul: Pendamping Wajib Gunakan Data Tunggal untuk Rekrutmen Sekolah Rakyat
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan pengarahan tegas kepada para pendamping program sosial. Ia menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat harus mutlak merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Gus Ipul menjelaskan kriteria calon peserta. "Syarat utamanya adalah keluarga calon siswa harus berada di desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, dengan toleransi maksimal hingga desil 2," tegasnya. Pernyataan ini menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Larangan Keras Praktik Kecurangan
Gus Ipul secara khusus memperingatkan semua elemen pendamping untuk menjunjung tinggi integritas. Ia melarang keras segala bentuk praktik manipulasi dalam seleksi, seperti suap, sogok, atau sistem titip-menitip calon siswa. "Tidak boleh ada yang main-main. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang pantang menyerah," ujarnya.
Pesan kejujuran ini diperkuat dengan data tindakan tegas terhadap oknum yang melanggar. Disebutkan bahwa hampir 500 pendamping telah mendapat peringatan, dan 49 orang di antaranya terpaksa diberhentikan karena indikasi penyimpangan.
Peran Strategis Pendamping dalam Pemberdayaan
Lebih dari sekadar merekrut siswa, peran pendamping diperluas ke pendampingan orang tua. Gus Ipul menjelaskan strategi pengentasan kemiskinan terpadu ini. "Saat anaknya bersekolah, orang tuanya juga harus diberdayakan. Para pendamping bertugas membimbing dan menemani proses pemberdayaan ini," jelasnya.
Perubahan pendekatan dari perlindungan sosial menuju pemberdayaan sosial menjadi fokus Kementerian Sosial. Target konkretnya, setiap pendamping diharapkan dapat menggraduasi setidaknya 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per tahun. "Masa penerimaan Bansos maksimal lima tahun. Setelah itu, keluarga harus menjadi lebih mandiri," tambah Gus Ipul.
Komitmen Penggunaan Anggaran Negara
Di akhir arahannya, Gus Ipul berpesan agar semua pihak menjaga amanah dengan lurus. "Sudah bukan waktunya lagi mengotak-atik uang negara untuk kepentingan pribadi, apalagi yang berkaitan dengan dana bansos. Setiap bantuan harus disalurkan 100 persen kepada yang berhak," pungkasnya menegaskan.
Acara dialog tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda setempat serta Pejabat Tinggi Madya dari Kementerian Sosial, menandakan komitmen kolektif dalam menyukseskan program ini.
Artikel Terkait
OSO Bela Pemberian Jet Pribadi ke Menag: Tak Ada Hubungan dengan Dinas
KPK Siapkan Jawaban atas Praperadilan Mantan Menag Yaqut
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta Koridor 13 Lukai 23 Penumpang
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka