Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, mengungkapkan bahwa terdapat enam siswa berkebutuhan khusus di sekolahnya. Meski Azil memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, ia memiliki kemampuan mengingat yang luar biasa. "Anak ini mampu menghafal seluruh isi video yang ditontonnya hingga tuntas," jelas Yuli.
Program Pembimbingan Intensif untuk Siswa Disabilitas
Berdasarkan hasil tes literasi, keenam siswa penyandang disabilitas tersebut terdeteksi belum menguasai kemampuan baca, tulis, dan hitung. Sekolah telah merespons dengan program pembimbingan intensif yang menunjukkan hasil menggembirakan. "Alhamdulillah rata-rata mengalami perkembangan sebesar 35 persen," ungkap Yuli Prihatini.
Dukungan Tenaga Pendidik yang Komprehensif
Keberhasilan program pendidikan inklusif di SRMP 28 Pasuruan didukung oleh 12 guru, 3 wali asrama, dan 7 wali asuh. Masing-masing tenaga pendidik memiliki peran khusus, mulai dari pengajaran di kelas, pendampingan asrama, hingga fungsi pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah.
Kunjungan Menteri Sosial ini tidak hanya terbatas di SRMP 28 Kota Pasuruan, tetapi juga mencakup Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Kabupaten Pasuruan. Gus Ipul mengapresiasi dedikasi seluruh tenaga pendidik yang terus bersemangat membimbing siswa Sekolah Rakyat meski menghadapi berbagai tantangan.
Artikel Terkait
Angkot Ugal-ugalan di Bogor Diamankan, Sopirnya Masih Buron
Tito Karnavian Nyaris Lupa Menkeu dalam Rapat Satgas Bencana
Dasco Serahkan Kendali Penanganan Bencana Sumatera ke Tito
Pasca-Bencana Aceh, Empat Masalah Pokok Jadi Fokus Rapat Koordinasi