Korban Ledakan SMA 72 Kelapa Gading Masih Dirawat, Salah Satunya di RS Yarsi
Sebanyak 15 korban ledakan di SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, hingga saat ini masih menjalani perawatan medis. Rumah Sakit Yarsi menjadi salah satu posko penanganan bagi para korban kejadian tersebut.
Kondisi Korban Ledakan dengan Luka Bakar 30 Persen
Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, mengungkapkan fakta terbaru mengenai kondisi para korban. Disebutkannya, terdapat satu korban yang mengalami luka bakar cukup serius dengan tingkat keparahan mencapai 30 persen.
"Ya kategori luka bakarnya itu kemarin kita review itu cukup luas, sekitar 30-an persen," jelas Muhammadi saat ditemui di RS Yarsi, Jakarta, pada Sabtu (8/11).
Rencana Tindak Lanjut dan Operasi Kedua
Korban dengan luka bakar 30 persen tersebut masih membutuhkan penanganan intensif dari tim dokter. Muhammadi memaparkan bahwa rencana tindak lanjut sudah disiapkan untuk proses pemulihan.
"Akan direncanakan operasi kedua untuk penanganan luka bakarnya," tambahnya.
Kondisi 14 Korban Lainnya Mulai Stabil
Kabar baik datang dari 14 korban lainnya yang juga dirawat di RS Yarsi. Menurut laporan terbaru, kondisi mereka sudah cukup stabil dan menunjukkan perkembangan positif.
Muhammadi juga menjelaskan bahwa gangguan pendengaran menjadi keluhan utama yang dialami mayoritas korban pasca-ledakan.
"Kemarin saya waktu bertemu langsung di lapangan itu memang rata-rata nggak mendengar sama sekali dan mengeluh, berdenging ya," terangnya.
Namun, kondisi tersebut telah menunjukkan perbaikan. "Tadi sudah bisa diajak bicara, ngobrol, dan diskusi dengan pak menteri (sosial). Jadi kami optimis akan bagus hasilnya," pungkas Muhammadi.
Artikel Terkait
45 Dapur MBG di Jombang Berhenti Beroperasi karena Anggaran Habis, BGN Klaim Dana Sudah Cair
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026