Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan capaian 9,91%. Namun, kinerja ekspor ini tidak selalu mencerminkan peningkatan kesejahteraan domestik. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama ekonomi masih menghadapi tekanan dari harga pangan dan energi.
Kebijakan Publik untuk Pemerataan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi 5% perlu diimbangi dengan kebijakan publik yang lebih integratif dan berorientasi pemerataan. Beberapa rekomendasi kebijakan meliputi:
- Perluasan insentif fiskal untuk industri berbasis teknologi di luar Jawa
- Integrasi data ekonomi wilayah untuk perencanaan investasi publik
- Penguatan tata kelola pelatihan tenaga kerja berbasis kebutuhan lokal
- Penyusunan indikator kesejahteraan sosial yang lebih komprehensif
Masa Depan Ekonomi Indonesia: Dari Pertumbuhan ke Kesejahteraan
Transformasi kebijakan ekonomi Indonesia perlu bergeser dari paradigma pertumbuhan statistik menuju pertumbuhan untuk kesejahteraan. Setiap kenaikan PDB harus diikuti oleh peningkatan kualitas hidup, pemerataan infrastruktur, dan akses ekonomi yang setara bagi seluruh wilayah.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,04% pada triwulan III-2025 patut diapresiasi, namun harus dibarengi dengan refleksi kritis terhadap tantangan ketimpangan yang masih dihadapi. Fondasi kesejahteraan yang inklusif menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Sulsel Waspada Hujan Sedang hingga Deras Siang hingga Dini Hari
SMAN 11 Makassar Sukses Terapkan Larangan Ponsel Lewat Sosialisasi Bertahap
Siswa SMAN 9 Makassar Waspadai Bahaya Manipulasi dalam Child Grooming
Granat Aktif Ditemukan di Tong Sampah Kantor BPN Makassar