Proyeksi terbaru dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan, inflasi kita pada Maret 2026 nanti diprediksi sekitar 3,8 persen year-on-year. Angka itu terlihat lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Tapi jangan senang dulu, tekanan harga masih mengintai dari faktor musiman dan kenaikan harga energi yang bisa saja terjadi.
Di sisi lain, kabar baiknya adalah risiko stagflasi untuk Indonesia dinilai masih kecil. Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist di Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyebut probabilitasnya cuma sekitar 5 sampai 10 persen.
“Probabilitas Indonesia memasuki fase stagflasi saat ini berada di kisaran 5–10 persen dan masih relatif rendah,”
Begitu penjelasannya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026). Menurut Rully, tekanan inflasi yang ada sekarang ini sifatnya lebih ke musiman. Lagipula, masih ada sejumlah kebijakan pemerintah yang menahan lajunya, seperti keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan itu, dalam jangka pendek, cukup membantu menjaga daya beli masyarakat.
Namun begitu, Mirae Asset tetap memberikan catatan penting. Mereka mengingatkan bahwa risiko tadi bisa saja membesar. Pemicunya? Kalau konflik geopolitik global terus berlarut dan akhirnya mendongkrak harga energi lebih tinggi lagi. Bayangkan saja, eskalasi konflik yang mengganggu pasokan energi misalnya lewat gangguan di Selat Hormuz bisa jadi guncangan besar buat perekonomian global. Pasar pun bakal makin bergejolak.
Melihat kondisi yang belum pasti ini, Mirae Asset pun merevisi proyeksi makro mereka ke arah yang lebih defensif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun ke depan diperkirakan hanya berkisar di angka 5 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi masih akan relatif lemah, dan suku bunga kemungkinan besar bertahan di level tinggi.
Nah, itulah gambaran situasi terkini menurut analis. Kita lihat saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Rumah Hafiz Al-Quran Selamat dari Kebakaran Besar Pasar Jiung, Warga Sebut Keajaiban
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Fasilitas Produksi Makanan Bergizi di Palmerah
Pemerintah Beri Insentif Pajak Hingga 0 Persen Bagi Eksportir yang Patuh Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA
Mendiktisaintek Bantah Akan Tutup Program Studi demi Sesuaikan Industri