Sulsel Waspada Hujan Sedang hingga Deras Siang hingga Dini Hari

- Rabu, 01 April 2026 | 19:00 WIB
Sulsel Waspada Hujan Sedang hingga Deras Siang hingga Dini Hari

Pagi ini, langit di Sulawesi Selatan tampak cerah. Awan-awan putih hanya sesekali lewat, menandai awal hari yang cukup bersahabat untuk beraktivitas. Tapi jangan terkecoh. Menurut prakiraan cuaca untuk Kamis, 2 April 2026, kondisi ini diprediksi tak akan bertahan lama.

Memasuki siang nanti, ancaman hujan mulai mengintai. Sebagian besar wilayah berpotensi diguyur hujan ringan. Namun begitu, ada beberapa daerah yang harus bersiap lebih serius. Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Barru, Enrekang, Gowa, Luwu Utara, Makassar, Maros, Parepare, Pinrang, Sidenreng Rappang, Takalar, dan Tana Toraja.

Di sisi lain, nasib tampaknya agak berbeda untuk Kepulauan Selayar. Daerah itu diprakirakan hanya akan diliputi mendung berawan saja sepanjang hari.

Malam harinya, langit cenderung tetap kelam. Hujan ringan masih mungkin terjadi, terutama di kawasan Luwu, Palopo, ditambah Enrekang dan Pinrang. Tapi waspadalah jika Anda berada di Luwu Timur atau Luwu Utara. Kedua wilayah itu berpotensi menerima hujan dengan intensitas yang lebih deras.

Bahkan menjelang dini hari, kondisi belum sepenuhnya reda. Dominasi awan masih kuat. Rintik-rintik hujan ringan masih berpeluang membasahi Bone, Pangkajene dan Kepulauan, Sinjai, serta Wajo. Sementara itu, Luwu Utara sekali lagi masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang.

Bagaimana dengan Suhu dan Angin?

Suhu udara hari ini cukup bervariasi, berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapannya tinggi, mencapai 75 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Kabar baiknya, tidak ada peringatan dini untuk cuaca ekstrem di Sulsel hari ini. Meski demikian, situasinya tetap tidak bisa dianggap sepele. Masyarakat sebaiknya tetap waspada. Potensi hujan yang tiba-tiba, khususnya dari siang hingga larut malam, sangat mungkin terjadi. Sedia payung sebelum hujan, pepatah itu masih relevan untuk kondisi hari ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar