Konspirasi Dajjal: Illuminati dan Kebijakan Asing yang Agresif
Oleh: Gan-Gan R.A
(Praktisi Hukum, Pencinta Kopi dan Puisi)
[Bagian Tiga/Penutup]
Misi Mason dan Sekulerisasi Agama
Misi utama Freemasonry adalah menghapus sekat agama dan kebangsaan yang memisahkan umat manusia. Inilah sebabnya pemahaman sekulerisasi agama begitu kuat didengungkan saat ini. Mereka meyakini bahwa ajaran kemanusiaan adalah kebenaran tertinggi yang paling beradab.
Theosofi, Okultisme, dan Pengaruhnya di Indonesia
Turki, sebagai kekaisaran Islam terakhir, pernah mengalami kontaminasi sekulerisme di mana humanisme ditempatkan di atas Tuhan. Helena Blavatsky, dalam bukunya "The Secret Doctrine" (1947), menulis ajaran Theosofi yang sarat dengan okultisme, paganisme, dan mistisisme. Logo ular dalam Theosofi merupakan personifikasi Iblis yang melambangkan pemberontakan terhadap dogma keilahian.
Konsep Theosofi ini memiliki kemiripan dengan kejawen yang menekankan dimensi kebatinan. Tokoh emansipasi R.A. Kartini diketahui terpengaruh pemikiran Theosofi melalui interaksinya dengan orang-orang Belanda berdarah Yahudi. Dalam surat-suratnya, Kartini menyatakan bahwa agama yang sesungguhnya adalah kebatinan, dan perbedaan antar agama dianggapnya tidak penting.
Dekonstruksi Agama dan Feminisme
Theosofi berhasil menyebarkan sekulerisme radikal melalui gerakan feminisme di Indonesia. Ajaran ini mendekonstruksi agama dan menyusupkan pemikiran Illuminati dalam perjuangan kesetaraan gender. Muncul pertanyaan, apakah R.A. Kartini lebih layak dijadikan tokoh emansipasi daripada Dewi Sartika atau Cut Nyak Dien yang perjuangannya lebih konkret?
Rotary Club dan Pengaruh Illuminati di Indonesia
Presiden Soekarno pernah membubarkan Rotary Club melalui Kepres No.264/1962 karena organisasi ini dianggap sebagai bagian dari gerakan Illuminati. Namun, pada tahun 2000, keputusan ini dicabut dan Rotary Club kembali diizinkan beraktivitas. Rotary Club didirikan oleh Paul Harris tahun 1905 dengan mayoritas anggota dari kalangan berkekayaan dan berjabatan.
Latar belakang berdirinya Rotary Club terkait dengan Kongres Zionis tahun 1903 yang bertujuan memerangi agama dengan mendirikan organisasi bernafaskan Freemasonry. Misi utamanya adalah mempersempit ruang gerak agama dan menyusupkan tokoh-tokoh Mason ke dalam komunitas agama non-Yahudi.
Tanda-Tanda Akhir Zaman dan Rekayasa Teknologi
Kita sedang memasuki fase akhir zaman dengan berbagai pertanda yang semakin jelas. Lonjakan teknologi digunakan sebagai senjata kontemporer untuk menekan populasi manusia, disertai kebijakan asing yang agresif, penyebaran virus, rekayasa bencana alam, dan aksi terorisme.
Gempa bumi dan tsunami di Jepang tahun 2011 menimbulkan kecurigaan sebagai hasil rekayasa teknologi. High Frequency Active Aurora (HAARP), proyek teknologi yang didanai Angkatan Udara AS, dicurigai mampu merekayasa fenomena alam. Presiden Venezuela Hugo Chaves bahkan meyakini gempa di Haiti dan Aceh adalah hasil rekayasa senjata canggih AS.
Misteri Sungai Eufrat dan Perang Akhir Zaman
Menyusutnya air Sungai Eufrat mengungkap fakta tentang ditemukannya gunung emas yang memicu konflik perang antara Turki, Suriah, dan Irak. Nubuwat Rasulullah SAW tentang surutnya Sungai Eufrat sebagai pertanda dekatnya hari kiamat mulai terwujud.
Kebangkitan Ya'juj dan Ma'juj
Menurut Syaikh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, Ya'juj dan Ma'juj adalah keturunan Yafits, anak Nabi Nuh AS. Ya'juj meliputi bangsa Cina, Jepang, dan Korea, sedangkan Ma'juj meliputi bangsa Mongolia, Kazakhstan, Tajikistan, Kirgizstan, hingga Siberia di Rusia.
Kebangkitan negara-negara ini dalam bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, politik, dan militer mengindikasikan ancaman yang ditimbulkan Ya'juj dan Ma'juj. Mereka adalah kekuatan tak terduga dari Timur yang mulai bangkit melawan hegemoni Imperium Yahudi.
Menuju Perang Dunia III
Illuminati mempersiapkan pesta besar menyambut kedatangan Al-Masih Ad-Dajjal dengan memicu Perang Dunia III melalui konflik di Timur Tengah, ketegangan nuklir antara Iran, Israel, AS, Cina, Rusia, dan Korea Utara, serta eskalasi di Laut Cina Selatan. Perang ekonomi global antara Imperium Yahudi dan Imperium Cina bagai konser orkestra kebiadaban yang dikendalikan oleh elite Yahudi di bawah tongkat sihir Illuminati.
Tangerang, November 2025
Artikel Terkait
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 pada 2026