MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh, termasuk mantan menteri luar negeri dan pakar hubungan internasional, ke Istana Merdeka untuk membahas kebijakan luar negeri, khususnya langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Pertemuan tertutup yang berlangsung selama tiga jam pada Rabu (4/2) itu dihadiri oleh Kapoksi PAN Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, yang kemudian memberikan apresiasi atas transparansi dan visi strategis yang dipaparkan Presiden.
Apresiasi atas Transparansi dan Visi Strategis
Farah Puteri Nahlia menilai pertemuan tersebut merupakan momentum penting. Dalam forum itu, Presiden Prabowo secara terbuka memaparkan data dan fakta lapangan yang selama ini belum banyak terungkap ke publik. Menurut Farah, penjelasan Presiden mengenai alasan strategis di balik keikutsertaan Indonesia dalam BoP sangat rasional dan dilandasi visi kemanusiaan yang kuat.
“Kami dari Fraksi PAN sangat mengapresiasi transparansi Bapak Presiden. Penjelasan beliau sangat komprehensif dan membuka mata,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (5/2/2026).
Farah menambahkan, “Ide Pak Prabowo ini sangat mulia; langkah ini bukan hanya meningkatkan citra Indonesia, tetapi menempatkan kita pada posisi tawar yang nyata sebagai peace mediator yang diperhitungkan dunia.”
Dampak Nyata bagi Kemanusiaan di Gaza
Lebih dari sekadar diplomasi di tingkat tinggi, paparan Presiden juga menyoroti dampak langsung kebijakan ini di lapangan. Farah menjelaskan bahwa Prabowo menekankan bagaimana diplomasi Indonesia berdampak konkret pada keselamatan warga di Gaza. Salah satu poin kunci yang diungkap adalah keberhasilan BoP dalam membuka akses logistik yang sebelumnya terhambat.
“Presiden membeberkan data konkret bahwa sejak krisis memuncak Oktober 2023, baru sekarang, dengan adanya mekanisme BoP, kebutuhan pangan di Gaza benar-benar bisa terpenuhi,” jelas Farah.
“Beliau menyampaikan saat ini ada sekitar 4.200 truk bantuan kemanusiaan (humanitarian aid) per minggu yang berhasil masuk. Ini adalah kemajuan nyata yang disampaikan langsung oleh Presiden,” lanjutnya.
Komitmen Tegas pada Prinsip Dua Negara
Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, Farah menyatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan jaminan mutlak mengenai konsistensi posisi prinsipil Indonesia. Bergabung dengan BoP, ditegaskan, justru dimaksudkan untuk memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina, bukan melemahkannya.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kerahkan ICE ke Bandara AS Jika Demokrat Tolak Pendanaan
Giroud Cetak Gol Kemenangan, Lille Kalahkan Marseille 2-1
Gubernur Jabar Desak Puskesmas Tetap Buka Saat Libur Panjang
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Sangihe dari Kedalaman 6 Kilometer