IHSG Terancam Koreksi Dalam, Analis Soroti Level Kritis 8.000

- Selasa, 16 Desember 2025 | 07:25 WIB
IHSG Terancam Koreksi Dalam, Analis Soroti Level Kritis 8.000

IHSG masih terlihat goyah di awal pekan ini. Setelah terkoreksi tipis kemarin, analis memprediksi tekanan jual masih mungkin berlanjut. Indeks berpotensi menguji level support di kisaran 8.464 hingga 8.560, sekaligus menutup area gap yang terbuka sebelumnya.

Namun begitu, ada juga skenario yang lebih suram. Riset dari MNC Sekuritas yang dirilis Selasa (16/12/2025) menyebutkan, dalam kondisi terburuk, IHSG bisa saja mengalami koreksi yang cukup dalam.

"Worst case-nya, IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an," tulis laporan tersebut.

Hari ini, pergerakan IHSG diprediksi akan terbatas. Level support utama ada di 8.553 dan 8.493. Sementara itu, resistance atau penghalang naik berada di 8.714 dan 8.821.

Memang, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Pada penutupan perdagangan Senin, IHSG tercatat melemah 0,13 persen ke posisi 8.649. Tekanan jual terlihat cukup dominan, memberi warna merah di papan perdagangan.

Di tengah kondisi yang masih rawan ini, MNC Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati pada Selasa, 16 Desember 2025.

Pertama, ada AADI. Saham ini kemarin naik 0,70 persen ke Rp7.175, didorong volume beli yang cukup solid. Analis memperkirakan saham ini sedang dalam tahap wave [v] dari gelombang A. Strateginya adalah Buy on Weakness di rentang Rp6.700-Rp6.900. Target harga ditetapkan di Rp7.550 dan Rp7.825, dengan batas stoploss di bawah Rp6.650.

Berbeda cerita dengan BRPT. Emiten ini justru terkoreksi cukup dalam, 2,96 persen ke Rp3.600, dengan tekanan jual yang tinggi. Meski begitu, selama harga bisa bertahan di atas Rp3.380, posisinya dianggap masih dalam bagian wave [iii] dari gelombang C. Rekomendasinya adalah Spec Buy di area Rp3.500-Rp3.590. Targetnya Rp4.000 dan Rp4.290, dengan stoploss ketat di bawah Rp3.380.

Lalu, ISAT mencatatkan kenaikan kecil 0,42 persen ke Rp2.370. Volume pembelian mulai muncul, dan saham diperkirakan sedang berada di wave [iv] dari gelombang C. Beli saat melemah (Buy on Weakness) di kisaran Rp2.180-Rp2.320 bisa jadi opsi. Target harga: Rp2.550 dan Rp2.720. Stoploss: di bawah Rp2.130.

Terakhir, SIDO menunjukkan kinerja cukup perkasa dengan melonjak 3,77 persen ke Rp550. Volume beli meningkat dan saham berhasil bertahan di atas Moving Average 20. Analis melihat saham ini mungkin baru di awal wave [v] dari gelombang 1. Rekomendasi Buy on Weakness di banderol Rp530-Rp545. Targetnya Rp565 dan Rp590, dengan stoploss jika jatuh di bawah Rp525.

Semua rekomendasi ini tentu perlu disikapi dengan bijak, mengingat pasar yang masih fluktuatif. Semua keputusan investasi kembali ke tangan investor.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar