Trump Ancam Serang Nigeria, Murka Soal Pembantaian Umat Kristen

- Senin, 03 November 2025 | 11:36 WIB
Trump Ancam Serang Nigeria, Murka Soal Pembantaian Umat Kristen

Ancaman Serangan Militer AS ke Nigeria, Trump Murka Soal Isu Pembantaian Umat Kristen

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan militer ke Nigeria. Ancaman ini muncul sebagai respons atas isu pembantaian umat Kristen yang terjadi di negara Afrika tersebut.

Trump Hentikan Bantuan AS dan Ancam Serang Nigeria

Melalui akun media sosial Truth, Trump mengumumkan penghentian seluruh bantuan Amerika Serikat ke Nigeria. Dalam pernyataannya yang dikutip Reuters, ia menyatakan kesiapan militer AS untuk "memusnahkan teroris" yang dituding melakukan kekejaman.

"Jika kita menyerang, serangannya akan cepat, ganas, dan manis," tegas Trump, seraya menyebut situasi di Nigeria sebagai "aib" dan mendesak pemerintah setempat untuk segera melindungi umat Kristen.

Kesiapan Militer AS Dikonfirmasi Menhan Pete Hegseth

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi perintah Presiden Trump. Hegseth menegaskan bahwa Kementerian Perang siap beraksi jika pemerintah Nigeria dinilai gagal melindungi warganya yang beragama Kristen.

"Jika Pemerintah Nigeria tidak melindungi umat Kristen, kami akan membunuh teroris yang melakukan tindakan keji itu," kata Hegseth.

Bantahan Pemerintah Nigeria dan Kondisi Aktual

Hingga kini, pemerintah Nigeria belum memberikan respons resmi atas ancaman Trump. Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu sebelumnya telah membantah klaim intoleransi agama, menekankan bahwa Nigeria menjamin kebebasan beragama.

Nigeria adalah negara dengan populasi beragam yang terdiri dari 200 kelompok etnis, di mana pemeluk Islam, Kristen, dan agama lokal hidup berdampingan secara toleran.

Latar Belakang Konflik dan Kekerasan di Nigeria

Beberapa tahun terakhir, Nigeria menghadapi eskalasi kekerasan yang dipicu konflik antar-etnis dan perebutan sumber daya alam. Di wilayah Timur Laut, kelompok teroris Boko Haram telah melakukan pemberontakan selama 15 tahun, menewaskan puluhan ribu jiwa.

Data dari lembaga riset ACLED mencatat 1.923 serangan terhadap warga sipil Nigeria sepanjang tahun ini, dengan 50 di antaranya menargetkan umat Kristen.

Namun, analis senior Afrika ACLED Ladd Serwat menyatakan bahwa meski kelompok seperti Boko Haram dan ISIS Afrika Barat sering mengklaim kampanye anti-Kristen, kekerasan yang mereka lakukan sebenarnya tidak pandang bulu dan menghancurkan seluruh komunitas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar