Kebijakan luar negeri yang berpijak pada nilai kemanusiaan universal dan keadilan sosial.
2. Ekonomi Kerakyatan Global
Sistem perdagangan internasional yang mengutamakan keadilan sosial dan kemandirian.
3. Ekologisme Maritim
Pengelolaan laut berkelanjutan sebagai ruang hidup yang harus dijaga keseimbangannya.
4. Kepemimpinan Kultural
Indonesia sebagai pemimpin dengan keteladanan dan kearifan, bukan kekuasaan.
Relevansi Weton Jum'at Legi di Era Modern
Di tengah ketegangan geopolitik global dan rivalitas AS-Tiongkok, filosofi Weton Jum'at Legi menawarkan solusi:
- Penolakan terhadap logika perang dingin baru
- Penguatan ASEAN Centrality dalam politik Indo-Pasifik
- Diplomasi yang menyeimbangkan kepentingan nasional dan tanggung jawab global
Kesimpulan: Indonesia sebagai Peneduh Dunia
Weton Jum'at Legi mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan dan kearifan. Sebagai bangsa, Indonesia memiliki potensi menjadi penyeimbang dunia dengan memadukan:
- Tanggung jawab spiritual (Jum'at)
- Diplomasi berprinsip rasa (Legi)
Dengan filosofi ini, Indonesia tidak perlu menjadi adidaya untuk berpengaruh, melainkan cukup dengan ketenangan, kebijaksanaan, dan keteladanan dalam percaturan global.
Artikel Terkait
Yogyakarta Puncaki Okupansi Hotel, Namun Ada Tren Penurunan yang Mengkhawatirkan
Pemerintah Ajak MUI Bahas Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Dunia
Sandiwara Kekuasaan: Mengapa Listyo Sigit Bersedia Jadi Tersangka Utama?
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Soal Materi Lawas Toraja