Prabowo Bahas Lanjutan Proyek KF-21 dan Kerja Sama Ekonomi dengan Presiden Korsel

- Sabtu, 01 November 2025 | 14:18 WIB
Prabowo Bahas Lanjutan Proyek KF-21 dan Kerja Sama Ekonomi dengan Presiden Korsel

Prabowo dan Presiden Korsel Bahas Lanjutan Proyek KF-21 dan Kerja Sama Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pada Sabtu (1/11). Pertemuan ini berlangsung di sela-sela penyelenggaraan KTT APEC 2025, menandai komitmen kedua negara untuk memperdalam kemitraan strategis.

Proyek Pesawat Tempur KF-21 Jadi Fokus Pembahasan

Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah kerja sama pertahanan, khususnya kelanjutan proyek pesawat tempur KF-21. Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus mendukung dan terlibat dalam pengembangan pesawat tempur generasi baru hasil kolaborasi kedua negara ini.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa proses negosiasi teknis dan pembiayaan proyek KF-21 masih terus berjalan. "Negosiasi masih berlanjut, dan tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Saya rasa para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini," ujar Prabowo.

Perluasan Kerja Sama ke Sektor Ekonomi dan Investasi

Selain isu pertahanan, Prabowo dan Lee juga membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan. Prabowo menyampaikan keterbukaan Indonesia bagi partisipasi berkelanjutan dari pelaku bisnis dan industri Korea dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

"Saya bertemu pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Kami berdiskusi panjang lebar, dan kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama ini," tambah Prabowo.

Korsel Apresiasi Kerja Sama dan Soroti Semangat Bandung

Di sisi lain, Presiden Lee Jae-myung menyampaikan apresiasinya atas kemajuan kolaborasi di bidang pertahanan. Lee juga menghubungkan eratnya hubungan bilateral kedua negara dengan warisan sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Lee menekankan bahwa nilai-nilai inti dari Semangat Bandung, seperti keseimbangan, otonomi strategis, kerja sama, dan pragmatisme, merupakan pilar penting bagi kebijakan luar negeri Korea Selatan. Ia menegaskan bahwa hubungan baik antara Republik Korea dan Indonesia telah berkembang pesat mencakup berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, serta pertahanan dan keamanan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar