Rantai Pasok Kopi Sumatera Selatan
Feri, seorang pengepul kopi besar di Jarai, Lahat, menjelaskan bahwa sebagian besar pengepul di Lahat dan Pagar Alam menyuplai kopi ke perusahaan di Lampung. Hal ini disebabkan belum adanya perusahaan pengolahan kopi skala besar di Sumsel.
"Sistemnya berjalan dengan kontrak. Pada masa puncak panen, pengiriman bisa mencapai 1.000 ton per bulan," ujar Feri.
Peran Pengepul Kecil dalam Rantai Pasok
Feri dibantu oleh sekitar 20 pengepul kecil atau "peluncur" yang bertugas mendatangi petani di daerah terpencil. Sistem ini memastikan pasokan kopi tetap lancar dari kebun hingga gudang.
Dukungan Perbankan untuk Bisnis Kopi
Feri mengungkapkan peran penting perbankan, khususnya BRI, dalam mendukung perputaran usaha kopi. Bantuan finansial ini tidak hanya menguntungkan pengepul, tetapi juga buruh angkut dan petani kopi.
Harapan untuk Industri Kopi Sumatera Selatan
Muhsin, pengepul kopi di Kota Agung, Lahat, menyatakan kesiapan para pemasok lokal jika suatu saat nanti ada perusahaan pengolahan kopi yang profesional di Sumsel.
"Kalau ada perusahaan di Sumsel yang siap menampung dan profesional, kami tentunya siap menjadi pemasok. Tapi memang sejauh ini belum ada," kata Muhsin.
Ke depan, diharapkan muncul perusahaan asal Sumsel yang mampu mengharumkan merek kopi lokal baik di tingkat nusantara maupun internasional, mengoptimalkan potensi kopi yang sudah diakui kualitasnya.
Artikel Terkait
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum