Telaah Satu Tahun Prabowo: 85,8% Publik Puas, Program MBG & Koperasi Jadi Andalan

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 21:20 WIB
Telaah Satu Tahun Prabowo: 85,8% Publik Puas, Program MBG & Koperasi Jadi Andalan

Telaah Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: 85,8% Publik Puas, Program MBG dan Koperasi Jadi Andalan

Great Institute merilis hasil telaah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Dewan Direktur Great Institute, Dr Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa lembaganya beroperasi berdasarkan data, informasi, dan akal sehat, serta bukan sebagai oposisi, meski tetap bersikap kritis.

Dukungan Publik dan Kebijakan Andalan

Direktur Eksekutif Great Institute, Dr Sudarto, mengungkapkan bahwa 85,8% publik menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama setahun. Kepuasan ini didorong oleh kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih.

Data Rinci Kepuasan Masyarakat

Survei Great Institute menunjukkan struktur keyakinan publik yang detail:

  • 89,8% responden menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermanfaat.
  • 71,8% percaya Koperasi Merah Putih akan memperbaiki ekonomi desa dan akses modal.
  • 71,8% merasakan perekonomian rumah tangga mereka membaik.
  • 62,1% menyebutkan daya beli mereka mengalami kenaikan.

Prestasi di Bidang Politik dan Hukum

Di ranah politik dan hukum, catatan pemerintah juga mendapat apresiasi:

  • 89,8% responden menilai pemberantasan korupsi lebih baik.
  • 81,8% menyebut kebebasan berpendapat membaik.
  • 89,8% menilai politik luar negeri Indonesia lebih tegas, khususnya dalam isu Palestina.

Catatan Kritis dan Peringatan

Great Institute juga memberikan catatan kritis. Syahganda menyinggung soal penanganan demonstrasi, menekankan bahwa aktivis yang ditangkap harus segera dibebaskan kecuali terbukti terlibat huru-hara, agar ruang demokrasi tetap terjaga. Para peneliti juga mengingatkan pemerintah tentang tantangan ke depan, seperti tekanan impor, perlunya memperkuat industri nasional, mengatasi tingginya pekerja informal, dan menjaga ruang demokrasi.

"Angka-angka ini adalah suara rakyat. Suara itu bukan hanya pujian. Itu amanat dan ujian," tegas Syahganda Nainggolan menutup paparannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar