Protes Besar Haredi di Yerusalem Tolak Rencana Wajib Militer Israel

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:42 WIB
Protes Besar Haredi di Yerusalem Tolak Rencana Wajib Militer Israel

Protes Besar-Besaran Haredi di Yerusalem Terkait Rencana Wajib Militer Israel

Yerusalem menjadi pusat unjuk rasa besar-besaran ketika ratusan ribu anggota komunitas Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi) membanjiri jalanan kota pada Kamis (30/10). Aksi protes ini merupakan respons penolakan terhadap rencana pemerintah Israel yang mewajibkan warga Haredi mengikuti wajib militer.

Lumpuhnya Pusat Kota Yerusalem Akibat Unjuk Rasa

Jalan-jalan utama Yerusalem mengalami kemacetan parah akibat membludaknya massa demonstran. Para peserta yang didominasi laki-laki dengan pakaian khas ultra-Ortodoks memadati pintu masuk utama kota. Media Israel melaporkan sedikitnya 200.000 orang terlibat dalam unjuk rasa yang mengakibatkan lalu lintas lumpuh total.

Sejarah Kontroversial Wajib Militer di Israel

Perdebatan mengenai wajib militer telah lama menjadi isu sensitif di Israel, dengan pengecualian bagi mahasiswa seminari ultra-Ortodoks menjadi titik contention utama. Kebijakan pengecualian ini dianggap tidak adil oleh masyarakat Israel umumnya, terutama karena beban militer harus ditanggung oleh mahasiswa lainnya.

Pernyataan Peserta Protes dan Dampak Perang Gaza

Shmuel Orbach, salah seorang demonstran, menyatakan kekhawatirannya: "Mereka yang menolak wajib militer akan masuk penjara militer. Tapi kita adalah negara Yahudi. Anda tidak bisa melawan Yudaisme di dalam negara Yahudi."

Ketegangan semakin memuncak menyusul pecahnya perang Gaza dan konflik dengan Lebanon serta Suriah. Tingginya korban tentara Israel dalam konflik-konflik terbaru ini memperkuat tuntutan masyarakat untuk pemerataan beban militer.

Pandangan Pemimpin Ultra-Ortodoks dan Masa Depan

Pemimpin komunitas Haredi tetap bersikukuh menolak wajib militer bagi anggotanya, dengan alasan bahwa mahasiswa seminari memiliki tugas khusus mempelajari kitab suci secara penuh waktu. Kekhawatiran utama mereka adalah bahwa wajib militer akan menjauhkan generasi muda Yahudi dari kehidupan religius yang menjadi identitas komunitas Haredi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar