Sikap saling menyalahkan hanya memperpanjang konflik. Fokuslah pada perbaikan hubungan, bukan pada siapa yang bersalah. Ambil tanggung jawab atas peran masing-masing.
6. Menyimpan Dendam dan Rasa Sakit
Memaafkan adalah langkah penting dalam proses rujuk. Melepaskan amarah memungkinkan hubungan baru tumbuh lebih sehat dan harmonis.
7. Tidak Konsisten dalam Perbaikan
Konsistensi sangat penting dalam membangun kembali pernikahan. Hubungan sehat membutuhkan komitmen jangka panjang, bukan hanya usaha sesaat di awal.
8. Berusaha Mengontrol Pasangan
Mengontrol pasangan hanya akan menimbulkan ketegangan. Berikan ruang dan kebebasan untuk menjadi diri sendiri, sambil bekerja sama sebagai tim.
9. Tidak Jujur pada Diri Sendiri dan Pasangan
Kejujuran adalah fondasi utama pernikahan setelah rujuk. Keterbukaan membantu membangun kembali kepercayaan dan keintiman yang lebih dalam.
10. Tidak Memberi Ruang Pribadi
Setiap orang butuh waktu untuk memulihkan diri dan menata emosi. Memberi ruang bukan berarti menjauh, melainkan menghargai kebutuhan pribadi masing-masing.
Membangun kembali pernikahan setelah rujuk memang penuh tantangan, namun bukan hal mustahil. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, pasangan memiliki peluang lebih besar menciptakan hubungan yang lebih matang, saling menghargai, dan penuh cinta.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe