Puluhan Ribu Pelajar Torehkan Surat Tangan di Tengah Gempuran Era Digital

- Kamis, 20 November 2025 | 12:00 WIB
Puluhan Ribu Pelajar Torehkan Surat Tangan di Tengah Gempuran Era Digital
Lomba Menulis Surat Nasional 2025

Lewat sebuah rekaman video, Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya mengumumkan para pemenang Lomba Menulis Surat Nasional 2025. Tema tahun ini, "Surat untuk Pahlawanku", ternyata berhasil menyedot perhatian puluhan ribu peserta dari berbagai penjuru tanah air. Kompetisi ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI), dan PT POS Indonesia.

Menurut Fadli Zon, lomba yang digelar sejak 3 Oktober 2025 ini punya makna khusus. Ia menyelaraskan dua momen bersejarah sekaligus: Bulan Literasi dan Hari Pahlawan. Yang menarik, antusiasme datang dari para pelajar SLTP, SLTA, hingga mahasiswa S1. Mereka semua bersemangat menulis surat dengan tangan, di era yang serba digital ini.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya buat panitia. Mereka berhasil menggerakkan 34.081 siswa dan mahasiswa untuk ikut serta," ucap Fadli dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (20/11/2025). Baginya, ini adalah pertanda yang sangat baik. Di tengah gempuran teknologi yang membuat komunikasi serba instan, masih ada anak muda yang mau menulis dengan cara yang lebih personal dan penuh perenungan.

Di sisi lain, Fadli juga menekankan bahwa lomba semacam ini bukan cuma soal nostalgia. Menurutnya, menulis surat dengan tangan punya dampak besar pada pembentukan pribadi yang berpikir sistematis dan terstruktur. Kemampuan seperti ini, katanya, sangat dibutuhkan dalam persaingan global yang semakin ketat.

Tak hanya itu, melalui surat-surat yang ditulis, generasi muda membuktikan bahwa mereka masih peduli dan paham dengan sejarah serta tokoh pahlawan bangsa. "Ini adalah cara menyambungkan anak-anak bangsa dengan para pahlawan," tambahnya. "Banyak hal positif yang bisa lahir dari ketersambungan semacam ini."

Dari total puluhan ribu surat yang masuk, panitia menyatakan sebanyak 2.571 di antaranya tidak memenuhi persyaratan. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, dewan juri akhirnya memilih pemenang dari tiga kategori utama.

Kategori SMP diikuti oleh 18.136 peserta. Juri Mutia Sukma, Nana Sukmana, dan Wahyu Frayuda memilih lima pemenang: Revify Khalillah Cinda Rizky (SMPN 34 Bandung), Tania Zahra (SMPN 16 Palembang), Holilah Hiklasiy (SMPN 66 Bandung), Andan Sukma Rizki (SMPN 6 Sidoarjo), dan Ida Ayu Putu Ngurah Ananda (SMPN 1 Negara, Bali).

Kategori SMA diikuti 12.110 peserta. Lima nama terpilih oleh juri Fathan Mubarak, Leni Prestiani, dan Teddy Terdiana adalah: Marsya Alisya Septiana Ramadani (SMAN 2 Rembang), Nawal Izatul Marwah (SMAN 1 Cihaurbeuti, Ciamis), Raviky Arlan Ardiansyah (SMAN 1 Jakenan, Pati), Fauzan Al Fajriansyah (SMAN 1 Cempaka, OKU Timur), serta Rizky Alfarizi (SMKN 1 Percut Sei Tuan, Deli Serdang).

Sementara itu, kategori mahasiswa diikuti 1.264 peserta. Juri Topik Mulyana, Irfan Hidayatullah, dan Mahpudi memilih lima pemenang: Mulyadi Pardosi (UNIKA St. Thomas Medan), Reisa Savah Rahmawati (Universitas Padjadjaran), Ade Kurnia Ilham (Universitas Terbuka Riau), Roybafihi Adam Muharram (Universitas Katolik Parahyangan Bandung), dan Bening Christalica Damai Nugraha (UGM Yogyakarta).

Di akhir pengumuman, Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat kepada semua pemenang. "Ini adalah capaian prestasi dan tonggak penting dalam perjalanan hidup mereka," pungkasnya. Ia berharap, prestasi ini bisa memicu semangat peserta lain untuk terus berkarya dan berprestasi di masa mendatang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini