Suasana pagi di sebuah pabrik boneka di Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, tiba-tiba berubah jadi mencekam. Para karyawan yang tadinya sibuk dengan pekerjaannya, langsung panik dan berhamburan keluar gedung. Penyebabnya? Puluhan rekan mereka mendadak histeris, diduga keras mengalami kesurupan massal.
Menurut sejumlah saksi, kejadian ini berlangsung dalam dua gelombang. Sekitar pukul 09.00 WIB, keributan pertama terjadi. Tak lama berselang, sekitar pukul 10.00 WIB, suasana kembali ricuh. Video yang beredar di media sosial cukup jelas menggambarkan kepanikan itu. Tampak para pekerja berlarian meninggalkan tempat produksi, sementara beberapa orang lainnya terlihat menjerit-jerit dan menangis tak karuan.
Dalam video lain, situasinya tak kalah mencemaskan. Petugas keamanan terlihat sibuk mengevakuasi karyawan yang tak bisa mengendalikan diri. Suasana chaos sempat menyelimuti area pabrik.
Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, membenarkan kejadian ini. Begitu laporan masuk, anggota langsung diterjunkan ke lokasi untuk memastikan keadaan.
“Anggota langsung ke lokasi begitu mendapatkan informasi adanya kesurupan massal. Total ada 30 karyawan yang mengalami gejala serupa,” ujarnya, Senin (25/11).
Dia melanjutkan, para karyawan yang histeris itu akhirnya dipulangkan. Tapi, yang menarik, aktivitas produksi di pabrik ternyata tidak ikut berhenti.
“Tidak diliburkan, begitu yang histeris dievakuasi dan ditenangkan. Karyawan lainnya tetap bekerja,” kata dia.
Jadi, sementara sebagian karyawan masih trauma dengan kejadian pagi itu, mesin-mesin di pabrik boneka itu sudah kembali berdentum. Seolah tak ada yang terjadi.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Jadikan Hari Lahir Pancasila Kompas Moral Jaga Persatuan Bangsa
Tiongkok Kirim Tim Medis Darurat dan Bantuan Kemanusiaan ke Kongo Tangani Wabah Ebola
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama