Kasus Pembunuhan Dua Wanita Bersuami oleh Teman Kencan di Hotel
Dua wanita bersuami bernama Puspita dan Mona tewas tragis di tangan pria yang mereka temui melalui aplikasi kencan berbayar. Insiden mengerikan ini terjadi di kamar hotel usai mereka melayani kebutuhan pria yang bukan suami mereka.
Kronologi Pembunuhan Puspita di Palembang
Puspita, wanita 22 tahun asal Palembang, Sumatera Selatan, tewas dibunuh oleh Febrianto yang dikenalnya melalui aplikasi kencan. Korban yang sedang hamil dan memiliki anak usia 1,8 tahun ini sebelumnya mengantar suaminya, AR, ke tempat kerja sebelum menuju hotel untuk bertemu pelaku.
Setelah menyepakati tarif Rp300 ribu, Febrianto datang pukul 16.00 WIB. Usai satu kali hubungan intim, pelaku meminta sesi tambahan yang ditolak korban. Febrianto kemudian marah dan menyumpal mulut Puspita menggunakan manset hitam sebelum mencekiknya hingga tewas.
Pelaku kabur ke Muara Padang, Banyuasin dengan membawa motor dan ponsel korban. Setelah lima hari buron, Febrianto akhirnya ditangkap tim Jatanras Polda Sumsel. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku karena melawan saat penangkapan.
Reaksi Suami Korban
AR, suami Puspita, mengungkapkan rasa sakit hati dan malu atas tragedi yang menimpa istrinya. Meski mengakui adanya masalah dalam rumah tangga mereka, pria ini tidak menyangka akan berakhir dengan kematian. "Saya malu, tapi bagaimanapun dia istri saya. Saya masih sayang dan berharap pelaku dihukum berat," ujarnya.
Tragedi Serupa di Sidrap
Di Sidrap, Sulawesi Selatan, Mona (34 tahun) juga tewas dibunuh kliennya bernama Y. Ekonomi menjadi alasan utama Mona memilih pekerjaan sebagai wanita penghibur. Rumah tangganya dengan AN mengalami kesulitan finansial hingga menunggak sewa kamar wisma tempat mereka tinggal.
Pada Jumat, 5 September 2025, Y memesan jasa Mona dengan tarif Rp600 ribu per jam. Saat tamu hampir tiba, Mona meminta suaminya keluar kamar untuk membeli makanan. AN kemudian berjaga di luar setelah mengantarkan makanan dengan berpura-pura sebagai kurir.
Perselisihan terjadi ketika Y meminta tambahan sesi yang ditolak Mona. Korban menggigit tangan pelaku yang kemudian mencekik dan menikam leher Mona hingga tewas. Pelaku akhirnya menyerahkan diri setelah tempat persembunyiannya di Wajo dikepung polisi.
Kondisi Ekonomi Pemicu Tragedi
AN mengungkapkan tekanan ekonomi sebagai alasan istrinya tetap melakukan pekerjaan tersebut meski kerap dilarang. "Kami sudah benar-benar terhimpit. Kebutuhan makan, sewa kamar, semuanya jadi beban," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kedua kasus ini menjadi gambaran nyata tentang dampak buruk aplikasi kencan dan tekanan ekonomi yang dapat berujung pada tragedi kemanusiaan. Keluarga korban kini harus menanggung beban moral dan psikologis yang berat akibat insiden mengerikan ini.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Dipanggil Lagi untuk Periksa Lanjutan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp50 Miliar
DPRD Kaltim Bentuk Pansus Hak Angket Usut Dugaan Pelanggaran Kebijakan Gubernur Rudy Masud
TAUD Nilai Sidang Penyiraman Air Keras di Pengadilan Militer Penuh Kejanggalan dan Tak Imparsial
Indonesia Duduki Peringkat Kedua Emisi Metana Sektor Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara