Menurut Roy, dalam riwayat pendidikan Gibran, bagian SMA tertulis "Secondary School" yang menurut seorang profesor dari Nanyang University Singapura hanya setara SMP Plus satu tahun, bukan SMA. Roy juga menyoroti ketidakkonsistenan data pendidikan Gibran di luar negeri, termasuk masa studinya di University of Technology Sydney (UTS) yang hanya enam bulan dan data yang membingungkan mengenai Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Roy Suryo memastikan akan terus menelusuri dugaan ini dan mendesak pemerintah, khususnya Kemendikbudristek dan KPU, untuk membuka data secara transparan kepada publik.
Artikel Terkait
Wolverhampton Wanderers Kalahkan Liverpool 2-1 dengan Gol Injury Time
Haddad Alwi dan Danilla Kolaborasi dalam Lagu Religi Pengakuanku
Galatasaray Rebut Kemenangan Tipis 2-1 atas Alanyaspor di Kandang Lawan
Pengacara Marcella Divonis 14 Tahun Penjara atas Kasus Suap Hakim Perkara Ekspor CPO