Menurut Roy, dalam riwayat pendidikan Gibran, bagian SMA tertulis "Secondary School" yang menurut seorang profesor dari Nanyang University Singapura hanya setara SMP Plus satu tahun, bukan SMA. Roy juga menyoroti ketidakkonsistenan data pendidikan Gibran di luar negeri, termasuk masa studinya di University of Technology Sydney (UTS) yang hanya enam bulan dan data yang membingungkan mengenai Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Roy Suryo memastikan akan terus menelusuri dugaan ini dan mendesak pemerintah, khususnya Kemendikbudristek dan KPU, untuk membuka data secara transparan kepada publik.
Artikel Terkait
Kubah Masjid: Jejak Akulturasi Islam dan Kearifan Lokal Nusantara
Siap Sambut Imlek 2026, Ini Ucapan Bahasa Inggris yang Tak Biasa untuk Tahun Kuda Api
Isra Mikraj: Cermin Ujian Iman dalam Perjalanan Hidup Manusia
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta