Kedua pengamat ini juga menyoroti minimnya peran yang diberikan kepada wakil presiden dalam struktur pemerintahan. "Presiden kan sekarang sibuk. Wapresnya pelangak-pelongok karena enggak dikasih kerjaan sama presiden," ujarnya.
"Atau memang anak ini enggak bisa kerja? Dua-duanya mungkin ya," tambah Abraham.
Menurut Syahganda, kondisi ini mencerminkan lemahnya kepercayaan Prabowo terhadap wapresnya. "Kalau presidennya percaya sama wapresnya, pasti dia kasih tugas. Kayak Pak JK dulu, dikasih pimpin rapat kabinet. Kalau ini, enggak," lanjutnya.
Syahganda juga mengungkapkan bahwa sejumlah pihak, termasuk kalangan purnawirawan, telah mendorong proses pemakzulan terhadap wakil presiden. "Forum purnawirawan sudah minta dimakzulkan. Dan seluruh rakyat itu harus waras ya. Kewarasan itu adalah memang dia tidak punya kepantasan," ucapnya.
Sebagai alternatif suksesi, ia mengusulkan pembentukan presidium atau penyelenggaraan pemilu ulang jika terjadi kekosongan jabatan presiden.
Sumber: Suara.com
Artikel Terkait
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Jebakan atau Pengkhianatan Konstitusi?
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?
Karpet Merah dan Kitab Kuning: Nurul Majalis, Ruang Bersama Anak Muda Merawat Ilmu
Seratus Tahun NU: Seruan Kembali ke Khittah di Tengah Keresahan