Abdul Muhari menjelaskan, tim SAR menghadapi tantangan besar karena posisi sebagian korban sulit dijangkau. Lokasi reruntuhan yang labil membuat penggunaan alat berat berisiko tinggi.
“Dalam kondisi ini, penggunaan alat berat berpotensi menambah risiko semakin tinggi. Sebab, struktur bangunan yang runtuh sangat labil terhadap guncangan. Apabila dipaksakan, dikhawatirkan justru mengancam nyawa,” ucapnya.
Tim masih terus melakukan asesmen ulang, khususnya untuk memastikan kondisi satu korban yang sebelumnya terdeteksi masih hidup. Upaya pencarian dilakukan dengan strategi matang agar keselamatan korban maupun petugas tetap terjaga.
Berdasarkan data sementara yang dimutakhirkan Rabu (1/10/2025) pukul 23.00 WIB, terdapat 59 orang masih terjebak di dalam reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny. Data ini dihimpun dari absensi santri dan laporan kehilangan dari pihak keluarga.
Abdul mengingatkan angka tersebut bisa berubah karena dinamika di lapangan. Beberapa nama yang tercatat mungkin sebenarnya selamat namun belum melaporkan diri
Sumber: inews
Artikel Terkait
Tiga Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Minyak
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan Besok, 27 Februari 2026
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta