Gelombang demonstrasi yang menuntut program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berlanjut. Namun, alih-alih dianggap sebagai bentuk dukungan, aksi tersebut justru dinilai sebagai cermin keprihatinan kondisi ekonomi masyarakat. Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menyoroti ironi di balik demo yang digerakkan oleh iming-iming uang Rp100 ribu dan sebuah panci.
"Orang bisa sampai demo demi uang 100 ribu dan panci harusnya menjadi kaca pemerintah untuk membenahi ekonomi setiap orang, membuat orang yang tadinya tidak mampu menjadi mampu, yang tadinya tidak berdaya menjadi berdaya, bukannya diberi makan sekali, terus bagaimana masa depannya dia biar punya kemandirian ekonomi?" ujar Fathimah dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial.
Pernyataan itu menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang sepakat bahwa fenomena ini bukanlah bukti rakyat mendukung program MBG, melainkan bukti betapa sulitnya kondisi ekonomi saat ini. Sejumlah warganet menilai pemerintah lebih memilih memelihara ketergantungan daripada mendorong kemandirian ekonomi rakyat.
Kritik juga datang dari pengamat yang menyebut proyek MBG telah berbelok arah. Awalnya program ini digadang-gadang untuk mengatasi masalah stunting, namun kini dinilai lebih banyak menjadi lapangan pekerjaan bagi para pemasok dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait kritik tersebut. Namun, gelombang demo yang terus terjadi menunjukkan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Artikel Terkait
Trump Ancam Iran, Serangan AS di Pesisir Selatan Iran Dibalas
Zlatan Ibrahimović Menangis Haru Lihat Bosnia Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pelatihan Manajer Koperasi Desa Tak Boleh Disamakan dengan Latihan Militer
Tiga Karyawan Percetakan di Jakarta Pusat Diduga Disekap 21 Hari, Dirantai hingga Dimintai Tebusan