Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran setelah militer AS menyerang sejumlah target di pesisir selatan negara itu. Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosial Truth Social, Trump menuding Teheran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru saja disepakati kedua negara pekan lalu.
"Pesawat AS baru saja menyerang tempat penyimpanan rudal, drone, dan situs radar di pinggir pantai Iran. Karena mereka telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. LAGI!" tulis Trump, Sabtu (27/6).
Trump juga memperingatkan bahwa kesabaran AS ada batasnya. "Mungkin, akan tiba saatnya ketika kita tak bisa lagi sabar, dan jika kita terus dipaksa untuk menyelesaikan 'tugas' secara militer, yang sudah kami lakukan dengan begitu suksesnya. Mungkin, jika itu terjadi, Republik Islam Iran akan musnah," ancamnya.
Serangan ini memudarkan harapan akan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Sebab, pada pekan lalu, kedua negara tampak telah sepakat untuk meredakan ketegangan di kawasan.
AS menuding Iran melancarkan serangan drone ke kapal tanker berbendera Panama bernama Kiku yang membawa sekitar dua juta ton barel minyak mentah. Ini disebut sebagai serangan kedua Iran setelah sebelumnya, pada Jumat (26/7), mereka dituduh menyerang kapal Ever Lovely.
Serangan balasan AS dikonfirmasi oleh sejumlah media lokal Iran. Target berada di beberapa lokasi, seperti Sirik dan Qeshm, di selatan Iran. Garda Revolusi Islam Iran kemudian membalas dengan serangan yang dilaporkan menghantam Bahrain.
"Kalau agresi terus berlangsung, respons kami juga akan bertambah," kata Garda Revolusi Islam Iran dalam pernyataannya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen, Korban Diborgol dan Dirantai
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pendekatan Militer dalam Pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih
DR Kongo Bangkit dari Ketertinggalan, Hajar Uzbekistan 3-1 dan Lolos ke 32 Besar
Kasus Ijazah dan Penangguhan Roy-Tifa: Sinyal Ketegangan di Balik Hubungan Jokowi-Prabowo?