Minggu malam, 19 April 2026, di Hotel Swiss-Belinn Makassar, bukan sekadar acara biasa yang berlangsung. Suasananya emosional. Langkah kaki yang berdatangan lebih mirip sebuah perjalanan pulang kembali ke masa remaja, saat seragam putih abu-abu masih membalut tubuh dan mimpi-mimpi besar mereka.
Inilah Halalbihalal IKA SMANSA 82. Panggung di mana rindu yang tertahan lama akhirnya menemukan muaranya dalam pelukan hangat dan tawa lama yang tak lekang waktu.
Di bawah pendar lampu ruangan, sekitar 300 alumni berkumpul. Raut wajah mereka penuh sukacita, bercampur haru. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ir. H. Agus Arifin Nu'mang dan Ir. H. Azriawan Umar dari Dewan Pembina, plus Ketua Harian Ir. H. Rahman Djamil dan Sekretaris Umum Drs. Supriadi Rahman, jelas menambah kemeriahan. Tapi yang bikin suasana benar-benar khidmat adalah kehadiran para guru purnabakti SMA Negeri 1 Makassar. Seketika, wibawa ruang kelas puluhan tahun silam seolah hidup kembali.
Dalam keakraban itu, Ketua Dewan Pembina IKA SMANSA 82, Dr. H. Azhary Sirajuddin, M.Si, naik ke podium. Baginya, angka 44 tahun sejak mereka lulus bukan cuma penanda waktu yang lewat. Itu adalah sebuah perjalanan kolektif yang mendalam.
"Hari ini, tepat 44 tahun sejak kita meninggalkan gerbang SMANSA dengan segala dinamika masa sekolah yang pernah kita lalui bersama," tuturnya, suaranya bergetar halus mengenang.
Ia memaparkan rasa bangganya. Lihat saja, rekan-rekan seangkatannya kini telah bertransformasi jadi akademisi, profesor, hingga pemimpin di berbagai daerah. Mereka adalah cahaya yang menerangi banyak sektor.
"Kita patut bersyukur dan bangga. Solidaritas dan capaian seperti ini adalah buah dari fondasi kebersamaan yang kita bangun sejak dulu," tambahnya, nada suaranya mantap.
Lebih dari temu kangen, acara ini adalah momen untuk mengikat kembali simpul batin yang mungkin longgar. Pesannya jelas: seberapa jauh pun jarak dan setinggi apa pun jabatan, persaudaraan tetaplah rumah untuk pulang.
"Harapan besar kami adalah agar silaturahmi ini tetap abadi. Terus terjaga dari tahun ke tahun tanpa terputus," ungkap Azhary, penuh ketulusan.
Di tengah gelak tawa, terselip pesan bijak. Saatnya menanggalkan ego dan perbedaan masa lalu. Di usia yang kian senja, harmoni adalah segalanya.
"Pada fase hidup kita sekarang, tidak ada lagi ruang untuk perbedaan yang prinsipil. Saatnya kita mempererat tangan, saling bahu-membahu," pesannya. Hadirin pun mengangguk setuju.
Sebagai pelengkap, ucapan maaf yang tulus mengalir. Memasuki suasana Idulfitri, semangat pemaafan jadi inti pertemuan malam itu.
"Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, minal aidin walfaizin. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf," tuturnya, menutup dengan doa yang menyejukkan.
Suasana makin menyentuh ketika Ketua Umum IKA SMANSA 82, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum yang juga Gubernur Kalimantan Utara ikut berbicara. Ia membuka dengan pantun jenaka, lalu menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya.
"Hormat kami untuk para guru. Tanpa didikan kalian, kami bukanlah siapa-siapa hari ini," ucapnya, penuh takzim.
Ia mengajak semua untuk merawat energi positif dari pertemuan ini. Menjaga hubungan baik bukan cuma soal sosial, tapi juga berkah spiritual.
"Dengan terus menyambung silaturahmi, insya Allah kita akan diberikan umur yang panjang dan berkah," tuturnya, sembari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar alumni.
Malam pun larut. Tapi kehangatan yang tercipta tak ikut padam saat lampu mulai meredup. Pertemuan ini meninggalkan pesan kuat: waktu boleh berlari, tapi kebersamaan SMANSA 82 selalu punya cara untuk pulang ke akar persaudaraan yang tulus.
Sebagai penutup meriah, digelarlah pengundian puluhan hadiah doorprize dari Dr. H. Zainal Arifin Paliwang dan Dr. H. Azhary Sirajuddin. Sesi foto bersama dan bersalaman penuh keharuan pun mengakhiri malam yang tak terlupakan itu.
Artikel Terkait
Pengemudi Mobil di Mojokerto Diamankan Polisi Usai Cekcok Viral Berujung Penamparan
PKB Gelar Muscab Zona 1 di Bone, Tekankan Solidaritas dan Transformasi Partai
Proyek Pengupasan Jalan Pettarani Makassar Terbengkalai, Picu Kecelakaan dan Kegerahan Warga
Bareskrim Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Selundupan di Pontianak