Gaza Lagi-lagi, dunia jurnalisme berduka. Mahmoud Wadi, seorang jurnalis, menjadi korban terbaru serangan Israel di Jalur Gaza. Kabar duka ini disampaikan oleh Kantor Media Pemerintah Palestina, yang sekaligus mengumumkan angka yang membuat hati miris: 257 jurnalis telah gugur sejak agresi dimulai. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah bukti nyata dari sebuah upaya pembungkaman yang mencekik, sebuah kekerasan yang terus mengintai para pewarta di tengah kobaran konflik.
Menurut rilis dari Pusat Informasi Palestina pada Rabu (3/12/2025), kantor media tersebut bersikeras bahwa serangan terhadap jurnalis Palestina berlangsung sistematis. Sejak hari pertama perang, mereka seolah menjadi sasaran yang ditunjuk. Pernyataan resminya tegas, menyebut kejadian ini sebagai "pembunuhan yang disengaja" terhadap para jurnalis dan kru media.
Kecaman dan Seruan untuk Bertindak
Kantor Media Pemerintah Palestina tak tinggal diam. Mereka melayangkan kecaman keras. Di sisi lain, seruan mendesak ditujukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Federasi Jurnalis Arab, dan semua organisasi media global. Intinya: ambil sikap tegas sekarang juga.
Mereka menuding tanggung jawab penuh atas apa yang disebut "kejahatan terhadap jurnalis" ini berada di pundak Israel. Dukungan dari pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis terhadap operasi militer juga tak lepas dari sorotan.
Artikel Terkait
Sosiolog IPDN Usul Pilkada Asimetris sebagai Solusi Polemik Demokrasi Lokal
Keluarga di Pondok Bambu Masih Berdoa untuk Yoga, Operator Foto Udara di Pesawat Hilang Kontak
Damaskus Umumkan Gencatan Senjata Penuh dengan Pasukan Kurdi
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta